Sistem Tata Surya | Penjelasan Terlengkap

Selamat datang di babacaca. Di tulisan kali ini kami akan membahas dengan lengkap apa itu tata surya. Tempat di mana kita hidup saat ini, yaitu bumi, merupakan salah satu bagian dari sistem tata surya. Selain itu banyak sekali benda maupun hal-hal lain seperti komet, asteroid, meteorid dan lainnya yang menjadi bagian dari tata surya ini.

Oke, tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas mengenai tata surya ini secara lengkap. Berikut pembahasannya.

Pengertian Tata Surya

Pengertian sistem tata surya

Tata surya adalah susunan dari benda-benda langit yang memutari matahari, karena matahari adalah pusatnya. Benda-benda langit ini terdiridari planet-planet yang berjumlah delapan, planet kerdil, satelit alami, dan berjuta-juta benda langit lainnya seperti komet, asteroid dan meteorid. Planet-planet dan benda langit lainnya ini gerakannya mengitari matahari karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi dari matahari.

Alam semesta ini sangatlah luas. Di dalam alam semesta ini, ada banyak sekali galaksi-galaksi, dan galaksi di mana bumi yang kita tinggali ini berada dinamakan galaksi Bimasakti, yang oleh kalangan internasional  disebut dengan nama Milky Way.

Penamaan Bimasakti ini menurut beberapa sumber diambil dari nama tokoh pewayangan, dimana tokoh ini kulitnya memiliki warna yang hitam. Jadi, karena orang jawa kuno dulu memiliki anggapan bahwa bintang-bintang yang ada di langit membentuk gambar tokoh Bima yang dililit ular naga, maka mereka menyebut galaksi dengan Bimasakti, dan kemudian menjadi nama yang dipakai untuk menyebut galaksi kita ini dengan sebutan Bimasakti.

Susunan dan Anggota Tata Surya

Susunan dan struktur dari sistem tata surya

Sususan tata surya ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu matahari, 4 planet bagian dalam, 4 planet bagian luar, sabuk asteroid, da nada sabuk Kuiper yang letaknya dibagian terluar dari sistem tata surya kita.

Bagaian-bagian itu selalu bergerak mengelilingi matahari, karena terpengaruh gaya gravitasi dari matahari, seperti yang sudah disebutkandi awal tadi.

Dan berikut kami tuliskan anggota-anggota tata surya dan penjelasannya.

Bintang-Bintang

Sistem tata surya - bintang-bintang

Di dalam alam semesta ini banyak sekali jumlah dari bintang ini. Pengertian dari bintang adalah benda langit yang bisa memancarkan cahaya sendiri. Dan bintang yang paling kita rasakan kehadirannya adalah apa yang kita sebut sebagai matahari. Namun demikian, selain matahari kita juga merasakan atau melihat bintang-bintang pada malam hari, yang biasa kita sebut sebagai bintang di malam hari itu. Padahal sebenarnya, bintang di malam hari itu bentuknya mirip matahari, namun karena jarak yang sangat jauh maka hanya terlihat sangat kecil dari bimu ini.

Matahari dikehidupan kita memiliki manfaat yang beragam, yang manfaat intinya adalah sebagai penjaga atau motor keberlangusngan hidup di bumi ini. Matahari ini memiliki kegunaan dan manfaat sebagai sumber cahaya dan panas yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh makhluk hidup di bumi. Seperti contoh, tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk proses fotosintesis.

Matahari merupakan benda langit yang memiliki massa paling besar di dalam sistem tata surya kita. Sehingga dengan massa yang besar ini, matahari memiliki gravitasi yang tinggi pula, akibatnya planet-planet dan benda langit lainnya di tata surya kita akan berputar dan beredar mengelilingi matahari dan peredaran benda langit ini mengikuti garis lintasan masing-masing.

Planet-planet

Sistem tata surya - planet-planet

Penyusun dari planet ini berbeda dengan bintang. Jika bintang mampu untuk mengeluarkan atau memancarkan cahaya sendiri, berbeda halnya dengan planet yang tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Jadi planet hanya menerima papran cahaya matahari dan merefleksikannya.

Ada pendapat dari International Astronomical Audit (IAU) yang menjelaska pengertian planet ini, menurut mereka planet adlah benda langit yang memiliki orbit memutari matahari.

Planet-planet yang berada di dalam tata surya juga punya massa dan juga punya gravitasi yang jumlahnya cukup, hal ini membuat planet bisa memiliki struktur bentuk yang bulat, dan juga membuatnya mempunyai lintasan orbit (yang bentuknya elips) yang bersih, atau di dalam lintasan orbitnya tidak ada benda langit lainnya.

Planet-planet yang berputar mengelilingi matahari adalah sebagai berikut ini, daftar ini sudah diurutkan berdasarkan jarak terdekatnya dengan matahari.

  • Merkurius
  • Venus
  • Bumi
  • Mars
  • Yupiter atau Jupiter
  • Uranus
  • Neptunus

Dulu, jumlah dari planet dalam tata surya kita adalah semibilan. Dan nama planet ke Sembilan itu adalah Pluto. Namun setelah diobservasi lebih jauh, kemudian Pluto dikeluarkan dari anggapan bahwa dia adalah planet. Karena, setelah dipelajari lebih lanjut, lintasan pluto tidak bersih dari benda-benda langit lain. Sehingga bertentangan dengan definisi dari planet yang ditetapkan oleh IAU. Sehingga terjadi kesepakatan bahwa Pluto bukanlah planet.

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, lintasan edar dari planet adalah berbentuk elips. Sehingga karena bentuknya ini, maka jarak antara planet dan matahari akan menjadi tidak tetap atau berubah-ubah. Oleh karena itu, posisi planet terhadap matahari pada saat tertentu akan mencapai titik terdekatnya (perihelium) dan suatu saat juga akan berada di titik paling jauh (aphelium).

Pengelompokan Planet

Planet-planet yang ada di tata surya oleh para ilmuwan dibagi menjadi bebrapa kelompok, berdasar pada faktor-faktor yang dimiliki oleh sebuah planet. Berikut adalah kelompok-kelompok planet yang sudah dibuat oleh para ilmuwan astronomi.

  1. Kelompok planet berdasar pada posisinya dari orbit bumi.
    Kelompok ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu planet superior dan inferior.
    Planet superior adalah planet-planet yang letaknya berada di luar dari orbit bumi terhadap matahari, mereka adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Sedangkan planet inferior adalah planet yang letaknya berada di dalam orbit bumi terhadapa matahari, hanya ada dua planet di sini, yaitu Merkurius dan Venus.
  1. Kelompok planet berdasar letaknya terhadap asteroid.
    Terbagi menjadi dua, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri dari planet Merkurius, Venus,Bumi dan Mars. Dan sisanya masuk ke kelompok planet luar.
  2. Kelompok planet berdasar materi penyusunnya.
    Juga dibagi menjadi dua, yaitu terrestrial dan jovian. Planet terresrtial adalah planet yang ukuran planetnya relative kecil, berbatu-batu dan punya atmosfer yang tipis. Yang masuk ke dalam kelompok ini adalah planet Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan pengertian planet jovian adalah planet yang permukaan planetnya tersusun dari gas, es tebal, cairan dan memiliki ukuran yang relatif lebih besar. Yang masuk planet jovian adalah sisa dari planet terrestrial, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

Satelit di Tata Surya

Satelit merupakan salah satu benda langit yang selalu berputar mengelilingi planet. Bersama planet yang dikelilinginya, satelit akan berputar mengelilingi matahari. Satelit ini melakukan beberapa gerakna dalam seklai waktu, yaitu berputar pada porosnya, berputar mengelilingi planet yang ia putari dan berputar mengelilingi matahari.

Satelit yang terdapat di dalam sistem tata surya bisa dibagi menjadi dua jenis, pembagian ini berdasar pada sumbernya, apakah tercipta secara alami ataukah dibuat oleh manusia.

Satelit Alami

Hampir semua planet yang ada di dalam sistem tata surya Bimasakti mempunyai satelit alami, hanya dua planet yang tidak mempunyai satelit alami ini, yaitu Merkurius dan Venus. Dan berikut daftarnya.

Satelit-satelit alami di tata surya

Diantara satelit-satelit itu ada 5 yang memiliki ukuran terbesar, yaitu Ganymide, Titan, Callisto, Io dan Bulan.

Satelit Buatan

Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia. Satelit ini dalam pembuatannya sudah ditentukan tujuan dari pembuatannya. Berikut penjelasan dari beberapa jenis satelit buatan dan fungsinya.

  • Satelit cuaca, contoh satelit TIROS, satelit ini dioperasikan oleh NOAA.
  • Satelit komunikasi, contohnya adalah Echostar 3 dan Palapa.
  • Satelit GPS (global positioning system), fungsinya adalah untuk menentukan posisi garis lintang, gasir bujur dan ketinggian dari suatu tempat di bumi dengan akurat.
  • Satelit penelitian, satelit jenis ini dibuat dan diluncurkan menurut misi penelitiannya. Contohnya satelit SOHO yang digunakan untuk meneliti matahari.
  • Satelit pencitraan SDA (sumber daya alam), fungsinya untuk melakukan pemetaan permukaan bumi. Contohnya LANDSAT dan Vanguard yang dimiliki Amerika.

Asteroid

Sistem tata surya - asteroid

Asteroid yaitu salah satu benda astronomi yang memiliki ukuran lebih kecil dari planet namun lebih besar dari meteoroid. Mayoritas asteroid yang sudah diketahui keberadaannya beredar di lintasan yang letaknya berada di antara orbit Mars dan Yupiter, lintasan asteroid di antara orbit Mars dan Yupiter ini biasa disebut dengan nama sabuk asteroid.

Asteroid memiliki perbedaan dengan komet jika dilihat secara visual. Komet saat beredar menampakkan ekor, sedangkan asteroid tidak. Penyebutan asteroid secara sejarahnya digunakan untuk menyebut semua obyek astronomis yang berputar mengelilingi matahari, namun setelah dipelajari dan observasi tidak punya karakteristik dari komet aktif.

Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres. Asteroid ini ditemukan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Italia pada tahun 1801 yang bernama Guiseppa Piazzi.

Komet

Sistem tata surya - komet

Komet merupakan nama yang diberikan untuk benda langit yang berputar mengelilingi matahari yang lintasan edarnya memiliki bentuk lonjong. Komet tersusun dari debu dan gas yang mengalami pembekuan ketika dia berada jauh dari matahari. Saat mendekati matahari, maka sebagian bahan penyusun dari komet akan menguap sehingga membentuk kepala gas dan ekor. Dan panjang ekor dari komet bisa mencapai jutaan km.

Komet juga masuk ke dalam sistem tata surya, karena dia juga mengelilingi matahari. Beberapa komet perlu waktu ribuan tahun untuk bisa menyelesaikan satu kali mengorbit matahari. Beberapa komet juga menempuh jarak yang lebih jauh di luar angkasa dari planet-planet.

Komet dengan lintasan paling pendek sejauh ini adalah komet Enche, komet ini memiliki panjang lintasan hanya sekitar 3,3 km, sehingga komet Enche ini sering dekat dengan matahari.

Kemunculan komet waktunya sangatlah bervariasi. Komet yang paling terkenal daripada komet-komet lain adalah komet Halley, komet ini muncul setiap 76 tahun sekali. Terakhir kali komet Halley Nampak adalah pada tahun 1986.

Komet yang punya periode kemunculan paling lama dibanding komet-komet yang lain sejauh pengetahuan saat ini adalah komet yang diberi nama Kohoutek. Komet ini muncul pada tahun 1974, dan diperkiran komet ini pernah Nampak pada 150000 tahun yang lalu dan akan Nampak lagi 75000 tahun lagi. Komet Kohoutek ini ditemukan oleh Lubos Kohoutek, seorang ahli astronomi berkebangsaan Ceko.

Meteoroid

Sistem tata surya - meteoroid-meteor-meteorit

Meteorid merupakan benda luar angkasa yang memiliki ukuran lebih kecil daripada asteroid, namun lebih besar dari molekul.

Saat sebuah meteoroid masuk ke dalam atmosfer suatu planet, dia akan terpanaskan kemudian akan menguap seluruhnya atau hanya sebagian saja. Gas-gas yang berada di lintasan tadi akan terionisasi dan kemudian akan bercahaya. Jejak dari gas yang bercahaya ini disebut dengan nama meteor, atau kita lebih mengenalnya dengan nama bintang jatuh. Dan jika sebagian dari meteoroid ini mencapai permukaan tanah, maka disebut meteorit.

Matahari

Sistem tata surya - matahari

Matahari adalah sebuah bintang di dalam sistem tata surya kita. Bintang ini merupakan bintang terbesar di dalam sistem tata surya kita. Namun, matahari bukanlah bintang terbesar jika dibandingkan dengan jumlah bintang yang terdapat di dalam galaksi kita ini, yang jumlahnya mencapai 100 miliar lebih bintang.

Ukuran dari matahari diameternya adalah mencapai 1..400.000 km, ukuran itu merupakan 110 kali lebih besar dari ukuran bumi. Dan massa dari matahari 300.000 kali lebih besar daripada massa bumi. Selain itu gaya gravitasi dari matahari memiliki ukuran 28 kali lebih kuat daripada gaya gravitasi bumi.

Sama seperti bintang-bintang lain, matahari juga tersusun dari berbagai jenis gas. Suhu permukaan dari matahari berkisar diangka 5000 – 6000 derajat celcius, dan suhu diinti matahari diperkirakan bisa mencapai 15 jta derajat celcius. Berikut tabel pembentuk matahari.

Sistem tata surya - lapisan penyusun matahari

Lapisan-lapisan Matahari

Matahari adalah suatu benda luar angkasa yang memiliki bentuk seperti bola api raksasa. Saat kita melihat matahari dari bumi, akan terlihat oleh kita bahwa permukaan matahari Nampak halus dan rata. Padahal, tidak demikian fakta sebenarnya. Pada permukaan matahari di setiap waktunya terjadi lompatan lidah api.

Matahari ini tersusun dari beberapa bagian, berikut penjelasannya.

Atmosfer Matahari

Bagian ini meruppakan lapisan terluar dari matahari, dimana bagian ini kerapatan gasnya paling kecil. Perlu diketahu, suhu di daerah yang jaraknya dekat dengan permukaan matahari, memiliki temperature suhu yang lebih kecil daripada temperature suhu di lapisan terluar, dimana di lapisan terluar ini suhunya bisa mencapai jutaan derajat celcius. Kondisi ini memang terlihat aneh, dan para ilmuwan sampai saat ini belum tahu apa penyebabnya.

Atmosfer matahari ini terdiri dari dua lapisan, yaitu :

  1. Korona, lapisan ini merupakan lapisan yang berada paling luar dari matahari. Lapisan terluar ini diperkirakan memiliki suhu mencapai 1.000.000 derajat celcius. Lapisan korona ini memiliki ketebalan sampai sekitar 2.000 km. Bagian satu ini bentuknya terlihat seperti mahkota, karena dia sebagai lapisan yang mengelilingi matahari. Dan dapat dengan jelas dilihat saat terjadi gerhana matahari.
  2. Kromosfer, lapisan ini berada dekat dengan permukaan matahari dan kerapatannya rendah. Lapisan ini saat terjadi gerhana matahari akan terlihat seperti penutup bola matahari yang bentuknya seperti cincin atau mantel merah. Berdasar dari warna merah inilah, para ilmuwan memperkirakan bahwa suhu dari kromosfer mencapai sekitar 4500 derajat celcius.

Fotosfer Matahari

Ini adalah bagian permukaan matahari, bagian ini tersusun dari gas yang suhu dan kerapatannya sangat tinggi. Karena kerapatannya yang sangat tinggi maka lapisan ini mejadi tidak tembus pandang. Fotosfer berguna untuk menyelimuti matahari supaya tidak mengeluarkan energi terlalu banyak. Suhu di lapisan fotosfer ini diperkirakan mencapai 5000-6000 derajat celcius.

Inti Matahari

Bagaian ini memiliki ukuran sebesar 1/64 kkali dari total volume matahari. Inti matahari ini tersusun dari partikel gas yang memiliki kepadatan sangat tinggi dengan densitas 150 kali lebih besar dari densitas air. Oleh karena itu, tekanan dan suhu yang ada menjadi sangat tinggi, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadi reaksi fusi hidrogen.

Suhu di bagian inti ini bisa mencapai 15.000.000 derajat celcius. Di bagian inti ini terjadi reaksi fusi di suhu yang sangat tinggi, sehingga disebut dengan reaksi fusi termonuklir. Pengertian dari reaksi fusi adalah bergabungnya dua inti atom menjadi atom yang lain. Pada matahari, reaksi fusi ini membuat inti atom hidrogen berubah menjadi inti atom helium.

Manfaat Energi Matahari Bagi Kehidupan di Bumi

Energi dari matahari dialirkan ke bumi dalam bentuk cahaya. Cahaya dari matahari yang masuk ke bumi di bagian atmosfer sebagiannya akan dipantulkan ke luar dan sebagian yang lain akan ditransmisikan. Sehingga yang sampai ke permukaan bumi hanya sebagian saja.

Fungsi dari cahaya matahari bagi bumi yang paling utama adalah untuk menjaga suhu bumi agar tetap hangat. Sehingga bisa ditinggali oleh berbagai makhluk hidup di bumi ini. Perlu diketahui bahwa energi dari matahari yang dipancarkan sampai ke bumi besarnya selalu sama, tidak pernah bertambah maupun berkurang, karena jika berkurang sedikit saja maka bumi akan membeku, dan hal sebaliknya juga akan terjadi.

Berikut ini kami tuliskan beberapa manfaat dari matahari bagi keberlangsungan hidup di bumi.

  • Sinar ultraviolet yang terdapat dalam cahaya matahari bermanfaat sebagai pembunuh kuman, terutama kuman yang menyebabkan penyakit kulit. Sehingga membuat kulit dari manusia dan hewan-hewan menjadi sehat.
  • Sinar ultraviolet bermanfaat sebagai provitamin D, dimana dia membantu proses pertumbuhan tulang manusia dan juga hewan.
  • Sinar ultraviolet juga bermanfaat bagi tumbuhan, yaitu dalam proses fotosintesis.
  • Panas dari matahari membuat air dan udara bisa melakukan sirkulasi atau perputara. Air laut akan dipanaskan oleh matahari hingga menguap dan jadi awan. Karena perbedaan suhu permukaan akibat dari panas matahari akan membuat aliran udara bergerak, dan udara akan meniup awan-awan ke daratan. Dan kemudian awan-awan itu akan turun ke bumi dalam bentuk hujan.

Planet-planet di Tata Surya

Secara sederhana definisi dari planet adalah benda astronomi yang mengelilingi sebuah bintang dengan mengikuti orbitnya sendiri. Dalam kasus tata surya kita, matahari adalah bintang yang dikelilingi oleh benda-benda angkasa, termasuk juga planet-planet.

Lintasan atau jalur mengelilingi planet dari sebuah planet dinamakan orbit. Sedangkan revolusi adalah gerakan planet yang melakukan putaran (mengelilingi) matahari. Dan peroide revolusi adalah waktu yang diperlukan oleh sebuah planet untuk menjalani satu putaran penuh mengelilingi matahari.

Selain revolusi, planet juga melakukan gerakan lain, yaitu rotasi. Rotasi adalah gerakan planet yang melakukan perputaran di sumbu porosnya. Dan periode rotasi adalah waktu yang dipelukan oleh splanet untuk menjalani satu putaran rotasi penuh. Dan inilah daftar revolusi dan rotasi dari planet-planet di tata surya kita.

No. Planet Periode Revolusi Periode Rotasi
1. Merkurius 88 hari 59 hari
2. Venus 225 hari 243 hari
3. Bumi 365 hari 24 jam
4. Mars 687 hari 24,6 jam
5. Yupiter 11,86 tahun 10 jam
6. Saturnus 29,5 tahun 10,7 jam
7. Uranus 84 tahun 17 jam
8. Neptunus 165 tahun 16 jam

Planet Merkurius

Sistem tata surya - planet Merkurius
picabay.com
  • Planet Merkurius merupakan planet yang berjarak paling dekat dibanding planet-planet lain.
  • Suhu permukaan dari planet ini bisa mencapai 430 derajat celcius pada siang hari, karena atmosfernya sangat tipis.
  • Ukurannya merupakan yang terkecil di tata surya.
  • Permukaan dari Merkurius berlubang-lubang.
  • Tidak punya satelit.
  • Kita bisa melihatnya dengan mata langsung ketika matahari akan terbit dan terbenam.
  • Jaraknya dengan matahari adalah 58 juta km.
  • Diameter 4.900 km.
  • Suhu permukaan berkisar antara -170 sampai 430 derajat celcius.

Planet Venus

Sistem tata surya - planet venus
dunianomi.blogspot.com
  • Planet terdekat kedua dari matahari.
  • Sering disebut sebagai kembaran bumi, karena kemiripan ukuran.
  • Tekanan atmofernya 100 kali lebih tinggi dari bumi, dan merupakan yang tertebal dibanding yang lain.
  • Terlihat sangat terang, hingga dapat dilihat selama 4 jam sebelum terbitnya matahari. Karena terangnya ini maka diberi julukan bintang fajar.
  • Selain saat pagi, saat sore juga bisa dilihat di barat. Sehingga disebut juga bintang senja.
  • Atmosfernya sekitar 96% nya adalah karbondioksida, 3,5% nya nitrogen, dan sisanya uap air dan gas lainnya.
  • Atmosfernya ini mampu menahan sinar matahari, hal ini yang menjadi sebab venus terlihat paling terang dari bumi.
  • Atmosfer yang tebal dari Venus membuat suhu permukaannya sangat panas, yaitu sekitar 477 derajat celcius.
  • Arah rotasi Venus berbeda dari bumi dan planet-planet kebanyakan, Venus berotasi searah dengan jarum jam, sehingga matahari di Venus terbit dari barat dan terbenam di timur.
  • Tidak memiliki satelit.
  • Gravitasinya sama dengan gravitasi bumi.
  • Jarak dari matahari kurang lebih sekitar 108 juta km.
  • Diameternya 12.100 km.
  • Suhu di permukaannya antara 450 sampai 480 derajat celcius.

Planet Bumi

Sistem tata surya - planet bumi
id.wikipedia.org
  • Jarak dari matahari sekiatar 150km.
  • Berada diurutan ketiga dalam urutan planet-planet yang mengitari matahari.
  • Planet ini merupakan satu-satunya planet yang bisa dihuni makhluk hidup.
  • Atmosfer bumi tersusun dari nitrogen, karbondioksida, oksigen dan uap air. Atmosfer ini menjadi pelindung bumi dari sinar ultraviolet, serta melindungi dari radiasi benda-benda luar angkasa yang jaraknya dekat dengan bumi.
  • Atmosfer bumi juga berperan untuk menjaga suhu bumi agar tetap sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup.
  • Bumi punya satelit, yang diberi nama bulan(Moon).
  • Diameter bumi sekitar 12.750 km.
  • Suhu permukaannya adalah antara -90 sampai 50 derajat celcius.

Planet Mars

Sistem tata surya - planet mars
en.wikipedia.org
  • Mars adalah planet yang menempati urutan keempat dari seluruh planet terhadap matahari.
  • Planet ini sring disebut planet merah, karena warnanya yang terlihat merah.
  • Warna merah ini disebabkan ada banyak debu angin yang terbang di permukaan planet Mars ini.
  • Seluruh permukaan Mars adalah padang pasir yang ditutupi oleh debu dan batuan padat yang berwarna oranye kemerahan.
  • Lapisan atmosfernya terdiri dari karbondioksida dan gas nitrogen.
  • Di planet ini tidak ditemukn adanya air.
  • Ada dua satelit alami dari planet Mars ini, yang diberi nama Phobos dan Deimos.
  • Jaraknya dari matahari adalah 228 juta km.
  • Diameternya sekitar 6.800 km.
  • Suhu permukaannya berkisar antara -120 sampai -130 derajat celcius.

Planet Yupiter

Sistem tata surya - planet Yupiter
id.wikipedia.org
  • Merupakan planet terbesar di dalam tata surya kita.
  • Ukurannya 11 lebih besar dari bumi.
  • Rotasi planet ini lebih cepat dibanding planet lainnya.
  • Kecepatan rotasinya ini membuat ukuran ekuator Yupiter lebih lebar.
  • Komposisi terbesar dari atmosfernya adalah hidrogen dan sisanya adalah helium.
  • Lapisan atmosfernya ini memiliki ketebalan yang sangat tinggi, sehingga Yupiter terlihat layaknya bola gas raksasa.
  • Planet ini punya 16 satelit.
  • Jaraknya dari matahari sekitar 778 juta km.
  • Diamaternya sekitar 142.700 km.
  • Suhu permukaannya diperkirakan pada angka -150 derajat celcius.

Planet Saturnus

Sistem tata surya - planet Saturnus
id.wikipedia.org
  • Planet terbesar kedua setelah Yupiter
  • Ukurannya 9 kali ukuran bumi.
  • Penyusun atmosfernya adalah hidrogen, helium serta metana dan amoni pada jumlah yang kecil, atmosfernya ini sangat tebal.
  • Atmosfernya punya tiga cincin.
  • Cincin diperkirakan tersusun dari pertikel debu halus, kerikil kecil dan es yang memiliki ukuran sangat besar.
  • Punya 31 satelit.
  • Salah satu satelitnya diberi nama Titan, dan Titan ini adalah satu-satunya satelit di tata surya kita yang memiliki atmosfer.
  • Jarak dari matahari sekitar 1.425 juta km.
  • Diamaternya diperkirakan sekitar 120.000 km.
  • Suhu permukaannya adalah sekitar -190 km.

Planet Uranus

Sistem tata surya - planet Uranus
dismagazine.com
  • Planet ini diselimuti oleh awan tebal, sehingga susah untuk dilihat dari bumi.
  • Atmosfernya tersusun dari hidrogen, metana dan helium.
  • Planet ini berputar dari timur ke barat, seperti venus.
  • Dan arah rotasinya dari atas ke bawah.
  • Ukuran ekuator Uranus lebih besar dari bagian lainnya, karena dia berputar pada porosnya dengan cepat.
  • Punya satelit 27 buah.
  • Jarak dari matahari 2.867 juta km.
  • Diameter 50.800 km.
  • Suhu permukaannya sekitar -180 derajat celcius.
  • Ditemukan pada tahun 1781 oleh ilmuwan Inggris bernama Sir William Herschel.

Planet Neptunus

Sistem tata surya - planet Neptunus
en.wikipedia.org
  • Memiliki cincin yang terbuat dari debu.
  • Planet ini berbentuk bola gas raksasa, sama seprti planet Yupiter, Saturnus, dan Uranus.
  • Atmosfernya terdiri dari hidrogen dan helium.
  • Punya 4 cincin dan 11 satelit.
  • Jarak dari matahari 4.486 juta km.
  • Diameternya adalah 48.600 km
  • Suhu permukaannya -220 derajat celcius.

*******

Itulah tadi pembahasan kita kali ini mengenai sistem tata surya. Apa-apa yang kami sampaikan semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Sekian dari kami. Terima kasih sudah berkunjung. Salam.

Tinggalkan komentar