Sistem Ekskresi Pada Manusia | Penjelasan Lengkap

Dalam tubuh manusia setiap harinya terjadi metabolisme. Apa itu metabolisme? Pengertian metabolisme secara sederhananya adalah proses penyerapan zat-zat yang berguna bagi tubuh dari makanan maupun minuman yang masuk ke tubuh. Selain menghasilkan zat-zat yang berguna, metabolisme ini juga menghasilkan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh, karena bersifat racun. Pengeluaran zat sisa dari tubuh ini menggunakan sistem ekskresi pada manusia.

Zat-zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh itu anatara lain adalah Karbondioksida atu CO2, air atau H2O, Amonia atau NH3, Urea, kelebihan vitamin dan zat warna empedu.

Dikesempatan kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang sistem ekskresi ini. Oke, langsung saja.

Sistem Ekskresi – Pengertian

Pengertian sistem ekskresi pada manusia

Apa itu sistem eksresi? Sistem ekskresi adalah suatu sistem pada tubuh manusia yang bertujuan untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme.

Proses pengeluaran ini menggunakan beberapa organ ekskresi, yaitu ginjal, hati, kulit dan paru-paru.

Selain kata ‘ekskresi’ ada beberapa kata yang hampir mirip dengannya dan juga masih ada hubungannya dengan ekskresi ini, inilah istilah-istilah itu :

  1. Eksresi : seperti yang sudah ditulis di atas, eksresi adalah pengeluaran zat-zat sisa metabolime dari tubuh.
  2. Sekresi : pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan.
  3. Defekasi : proses pengeluaran sisa pencernaan makanan, yang disebut feses. Zat yang dikeluarkan adalah zat yang belum mengalami proses metabolisme di dalam tubuh. Zat yang dikeluarkan pada proses ini merupakan zat-zat yang tidak diserap usus sel epitel, usus yang rusak dan mikroba usus.
  4. Eliminasi : proses pengeluaran zat-zat sisa yang terdapat di rongga-rongga tubuh, baik itu berupa rongga yang kecil, semisal rongga saluran mata, maupun dari rongga yang berukuran besar, contohnya usus.

Organ Sistem Ekskresi – Ginjal

Struktur Ginjal

Struktur ginjal
putuagem.blogspot.com

Organ utama dalam proses ekskresi pada tubuh manusia adalah ginjal. Jika dilihat-lihat bentuk dari ginjal manusia ini mirip dengan salh satu jenis kacang-kacangan, yaitu kacang merah. Warna dari organ ekskresi satu ini adalah merah keungu-unguan, dan jumlahnya pada manusia normal adalah sepasang, atau dua buah.

Pada manusia dewasa bobot dari ginjal ini adalah 120-150 gram. Ukuran panjangnya kira-kira 10 sampai 15 cm dengan tebal 1,5 sampai 2,5 cm.

Dan dia terletak di belakang perut dan abdomen. Posisi ginjal ini terlindungi oleh tulang rusuk. Dua buah ginjal manusia terletak di bagian kiri dan kanan. Letak ginjal kanan ini sedikit lebih rendah daripada ginjal kiri, karena ginjal kanan terdesak oleh adanya hati.

Secara umum, bagian-bagian struktur ginjal ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :

Kulit Ginjal

Seperti namanya, kulit ginjal ini adalah bagian terluar dari organ ginjal, bagian ini sering disebut sebagai korteks renalis. Pada bagian kulit ginjal inilah terjadinya proses penyaringan darah.

Bagian kulit ginjal terdiri dari glomerulus dan simpai bowman, yang keduanya membentuk kesatuan yang disebut badan Malpighi. Glomerulus yaitu sekumpulan cabang-cabang yang halus yang tersusun dari anyaman pembuluh darah kapiler dibagian korteks.

Dan kapsul bowman adalah lapisan yang menyelimuti glomerulus, bentuknya hampir mirip seperti cawan atau mangkuk, dan memiliki dinding dua lapis.

Di dalam kulit ginjal ini terdapat nefron. Nefron adalah suatu unit penyaring yang berukuran paling kecil dari ginjal. Jumlah nefron ini lebih dari satu juta, dan ia merupakan penyusun ginjal. Setiap nefron tersusun dari glomerulus, simpai bowman, saluran yang berkelok-kelok, Ansa Henle dan saluran pengumpul.

Sumsum Ginjal

Bagian ini merupakan tempat di mana pembuluh halus dari simpai bowman berkumpul. Pebuluh-pembuluh halus tadi memiliki fungsi mengalirkan urine ke salauran yang lebih besar, dan berakhir di rongga ginjal.

Proses yang terjadi di sini adalah proses reabsorbsi dan augmentasi.

Rongga Ginjal

Inilah bagian tengah atau terdalam pada ginjal. Bagian ini juga biasa dikenal dengan nama Pelvis Renalis. Fungsi dari rongga ginjal adalah sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan lewat ureter menuju kandung kemih.

Kerja Ginjal

Proses Pembentukan Urin

Ginjal memiliki tugas dan peran dalam proses pembentukan urin, proses ini terjadi lewat beberapa proses, yaitu penyaringan, penyerapan kembali dan pengumpulan.

Penyaringan

Pembentukan urin dalam sistem eksresi ini diawali dengan proses penyaringan darah, atau disebut filtrasi. Proses ini terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel glomerulus yang memiliki pori-pori , tekanan dan permeabilitas yang sangat tinggi di sini membuat proses penyaringan ini menjadi mudah.

Selain terjadinya proses penyaringan, di glomerulus ini juga terdapat suatu proses, yaitu proses penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah dan protein plasma.

Bahan-bahan yang terkandung dalam plasma darah yang memiliki ukuran kecil, semacam glukosa, urea,bikarbonat, kalium, klorida dan asam amino bisa melalui saringan glomerulus ini dan ikut menjadi bagian dari endapan yang dihasilkan dari proses filtrasi ini.

Urin primer atau bisa juga disebut filtrate glomerulus merupakan nama dari hasil penyaringan ini, di dalamnya terdapat asam amno,glukosa, kalium, natrium dan garam-garam lainnya.

Gambar tempat proses pembentukan urin

Penyerapan Kembali (Reabsorbsi)

Zat-zat dalam urin primer yang dihasilkan dari proses penyaringan yang masih dibutuhkan oleh tubuh akan melalui proses penyerapan kembali, proses ini terjadi di tubulus konturtus proksimal, sementara itu di tubulus konturtus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.

Di dalam proses reabsorbsi ini terjadi dua cara peresapan yang berbeda, tergantung zatnya. Proses difusi terjadi jika yang diserap adalah gula dan asam amino. Sementara peristiwa osmosis terjadi jika yang diserap adalah air.

Setelah proses reabsorbsi ini, zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh tidak akan ditemukan lagi, dan tubulus akan menghasilkan urin sekunder. Sebaliknya, di dalam urin sekunder itu terjadi penambahan jumlah racun atau zat yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh, semisal bertambahnya jumlah urea.

Augmentasi

Proses ini adalah proses dimana zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh ditambahkan ke dalam urin sekunder. Proses ini terjadi di bagian tubulus konturtus distal.

Dan disinalh urin sebenarnya itu terbentuk. Setelah dari sini, urin kemudian bergerak ke tubulus kolektivus untuk kemudian akhirnya menuju ke rongga ginjal. Dari rongga ginjal, urin dialirkan menuju kandung kemih untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran pembuangan atau disebut uretra.

Gangguan Pada Ginjal

Gangguan pada ginjal
starberita.com

Diabetes Melitus

Penyakit ini biasa disebut oleh masyarakat dengan nama kencing manis. Gangguan pada sistem ekskresi ginjal ini disebabkan karena adanya kandungan glukosa dalam urin. Hal ini terjadi disebabkan karena hormone insulin yang diproduksi oleh pancreas menurun jumlahnya.

Diabetes Insipidus

Ini adalah penyakit yang membuat penderitanya mengelurakan urin secara berlebih, bisa mencapai 20 liter per hari, padahal manusia normalnya mengeluarkan urin jumlahnya dikisaran 1,5 per hari.

Gangguan pada ginjal ini disebabkan karena kurangnya hormon vasopressin atau hormone antidiuretik yang menyebabkan hilangnya kemampuan menyerap(absorbsi) cairan.

Batu Ginjal

Batu ginjal ini terbentuk salah satunya disebabkan karena kurangnya penderita dalam minum air. Sehingga terjadi penggumpalan dan kristalisasi zat-zat yang seharusnya dibuang ke luar tubuh dari ginjal.

Bahan pembentuk batu ginjal ini antara lain asam oksalat, kalsium, asam urat, fosfat dan zat-zat lainnya.

Batu ginjal ini bisa terjadi di dalam ginjal maupun di dalam kandung kemih.

Gagal Ginjal

Penyakit ini menyebabkan tidak terbentuknya urin, sehingga apabila sudah parah dapat menyebabkan nefritis, pendarahan dan jantung berhenti berfungsi secara tiba-tiba atau mendadak.

Saat gagal ginjal terjadi, ginjal kehilangan fungsinya sebagai sistem ekskresi, hingga tidak bisa mengeluarkan zat-zat racun dari dalam tubuh, selain itu gagal ginjal juga bisa membuat zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh dibuang keluar.

Nefritis

Bakteri streptococcusyang menginfeksi nefron merupakan sebab dari penyakit ini.bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan, dan terbawa darah ke ginjal.

Akibat dari infeksi ini, protein dan sel-sel darah akan ikut keluar bersama urin. Sehingga kadar urea dalam darah akan meninggi, yang menyebabkan terganggunya proses penyerapan air, sehingga air akan tertimbun di kaki, dan kaki penderita akan menjadi bengkak.

Orang yang terkena penyakit ini biasanya akan merasakan dan mengeluhkan tentang apa yang dia rasakan, seperti demam, sakit kepala, rasa dingin, bengkak pada bagian muka yang menyebabkan sakit di sekitar kelopak mata, mual, sakit punggung, muntah-muntah dan susah untuk buang air kecil, selain itu air seninya juga akan menjadi keruh.

Sistis

Penyakit ini terjadi disebabkan karena adanya peradangan di dalam selaput pelapis kandung kemih, yang bernama membran mukosa.

Albuminaria

Dalam kasus ini didalam urin masih mengandung protein, yang disebabkan karena gagalnya proses penyaringan protein.

Anuria

Anuria disebabkan karena suatu kondisi di dalam ginjal, yaitu rusaknya glomerulus, sehingga tidk ada urin yang dihasilkan oleh penderita

Organ Sistem Ekskresi – Hati

Sistem ekskresi hati
hepatsureherbal.blogspot.com

Hati merupakan sebuah organ yang masuk ke dalam sistem ekskresi, organ ini merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Organ ini terletak di sebelah kanan dalam rongga perut dan di bawah diafragma.  Berat dari hati adalah sekitar 2kg pada orang dewasa.

Hati merupakan tempat dimana terjadinya pengubahan sel darah merah yang sudah rusak menjadi empedu. Dan kemudian disalurkan untuk disimpan di dalam kantung empedu, atau biasa disebut bilirubin.

Bilirubin merupakan hasil utama dari proses penguraian sel darah merah yang sudah tua. Bilirubin difilter dari darah oleh hati, dan dikeluarkan ke kantung empedu.

Fungsi Hati

Sistem ekskresi fungsi hati
maduasli-hd.blogspot.com

Fungsi dari hati bagi tubuh manusia dalam sistem ekskresi adalah sebagai berikut :

  • Menghilangkan hormon-hormon yang jumlahnya berlebih
  • Tempat terjadinya pengubahan provitamin A menjadi vitamin A
  • menguraikan molekul hemoglobin tua
  • Menciptakan empedu dari proses yang terdapat di hati yang berguna untuk mengemulsikan lemak
  • Membunuh atau membasmi bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh
  • Menetralkan racun yang ada maupun yang masuk kedalam tubuh
  • Sebagai tempat pembentukan dan keluarnya lemak dan kolesterol
  • Menyimpan gula yang sudah diubah ke dalam bentuk glikogen
  • Mengatur banyaknya kadar gula di dalam darah

Gangguan Hati

Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang berasal dari perdangan sel-sel hati karena adanya infeksi virus. Hepatitis sendiri terdapat tiga jenis. Yaitu :

  • Hepatitis A, disebabkan karena Virus Hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan minuman.
  • Hepatitis B, disebabkan karena Virus Hepatitis B, ditularkan melalui darah ataupun cairan tubuh yang terinfeksi, atau juga bisa diturunkan dari ibu ke bayi yang dilahirkannya.
  • Hepatitis C, disebabkan karena Virus Hepatitis C, penyebab penularannya sama seperti Hepatitis B, Hepatitis C ini juga ditularkan melalui cairan.

Penyakit Kuning

Seperti namanya, penderita penyakit ini maka kulitnya akan tampak berwarna kuning, bahkan bagian putih bola matanya juga berwarna kekuningan, selain itu kuku jarinya juga akan berwarna kuning.

Cirhosis

Suatu kelainan pada hati di mana jaringan yang ada di hati mengalami penyusutan.

Sirosis Hati

Penyakit ini muncul biasanya dialami oleh para peminum alkohol. Gejalanya yaitu timbulnya jaringan di perut dan kerusakan sel-sel hati.

Hati

Hati merupakan sebuah organ yang masuk ke dalam sistem ekskresi, organ ini merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Organ ini terletak di sebelah kanan dalam rongga perut dan di bawah diafragma.  Berat dari hati adalah sekitar 2kg pada orang dewasa.

Hati merupakan tempat dimana terjadinya pengubahan sel darah merah yang sudah rusak menjadi empedu. Dan kemudian disalurkan untuk disimpan di dalam kantung empedu, atau biasa disebut bilirubin.

Bilirubin merupakan hasil utama dari proses penguraian sel darah merah yang sudah tua. Bilirubin difilter dari darah oleh hati, dan dikeluarkan ke kantung empedu.

Fungsi Hati

Fungsi dari hati bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut :

  • Menghilangkan hormon-hormon yang jumlahnya berlebih
  • Tempat terjadinya pengubahan provitamin A menjadi vitamin A
  • menguraikan molekul hemoglobin tua
  • Menciptakan empedu dari proses yang terdapat di hati yang berguna untuk mengemulsikan lemak
  • Membunuh atau membasmi bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh
  • Menetralkan racun yang ada maupun yang masuk kedalam tubuh
  • Sebagai tempat pembentukan dan keluarnya lemak dan kolesterol
  • Menyimpan gula yang sudah diubah ke dalam bentuk glikogen
  • Mengatur banyaknya kadar gula di dalam darah

Gangguan Hati

Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang berasal dari perdangan sel-sel hati karena adanya infeksi virus. Hepatitis sendiri terdapat tiga jenis. Yaitu :

  • Hepatitis A, disebabkan karena Virus Hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan minuman.
  • Hepatitis B, disebabkan karena Virus Hepatitis B, ditularkan melalui darah ataupun cairan tubuh yang terinfeksi, atau juga bisa diturunkan dari ibu ke bayi yang dilahirkannya.
  • Hepatitis C, disebabkan karena Virus Hepatitis C, sama seperti Hepatitis B, Hepatitis C ini juga ditularkan melalui cairan.

Penyakit Kuning

Seperti namanya, penderita penyakit ini maka kulitnya akan tampak berwarna kuning, bahkan bagian putih bola matanya juga berwarna kekuningan, selain itu kuku jarinya juga akan berwarna kuning.

Cirhosis

Suatu kelainan pada hati di mana jaringan yang ada di hati mengalami penyusutan.

Sirosis Hati

Penyakit ini muncul biasanya dialami oleh para peminum alcohol. Gejalanya yaitu timbulnya jaringan di perut dan kerusakan sel-sel hati.

Organ Sistem Ekskresi – Paru-paru

Sistem ekskresi pada manusia - paru-pari
mencegahpenyakit.com

Paru-paru merupakan sebuah organ yang bertugas dalam proses pernafasan. Organ ini merupakan organ yang sangat vital, karena jika tanpa paru-paru manusia tidak dapt hidup, karena tidak bisa bernafas.

Letak dari paru-paru ini adlah di dalam rongga dada kanan dan kiri. Ia terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kanan yang terdiri dari tiga gelambir dan bagian kiri yang terdiri dari dua gelambir.

Fungsi Paru-paru

Fungsi utama paru-paru dalam tubuh manusia adalah sebagi organ pernapasan. Selain itu paru-pau juga memiliki fungsi lain, yaitu fungsi dalam perannya sebagai organ sistem ekskresi. Dalam sistem ekskresi paru-paru bertugas untuk mengeluarkan karbondioksida CO2 dan juga uap air H20.

Gangguan pada Paru-paru

Beberapa gangguan ataupun penyakit yang menyerang paru-paru adalah sebagai berikut :

  • Asma
    Penyakit ini erat kaitannya dengan alergi. Biasanya penderita akan merasakan sesak pada napasnya jika ia terpicu oleh alerginya, seperti bulu, debu, rambut ataupun tekanan pada psikologisnya.
  • TBC
    Ini adalah sebuah penyakit pada paru-paru yang terjadi karena adanya bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Cara pengobatannya adalah dengan diterapi menggunakan vaksin BCG.
  • Pneumonia
    Penyebabnya adalah robeknya dinding alveolus(yang terdapat pada paru-paru) yang disebabkan oleh bakteri, virus dan juga jamur. Robeknya dinding alveolus ini menyebabkan berkurangnya daerah pertukaran gas.
  • Bronchitis
    Adanya peradangan pada cabang batang tenggorokan.
  • Pleuritis
    Adanya peradangan pada selaput pembungkus paru-paru.

Organ Sistem Ekskresi – Kulit

Fungsi kulit

Bagian kulit

Gangguan pada kulit

 *******

Itulah tadi pembahasan kita kali ini mengenai sistem ekskresi. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah membacanya. Salam.

Tinggalkan komentar