Sholawat Nariyah : Bacaan Arab, Latin, Fadhilah, dan Keutamaannya

Sholawat Nariyah – Sholawat ini sangat populer di Indonesia. Ada sangat banyak orang di negeri ini yang hafal di luar kepala sholawat Nariyah ini. Dari mulai orang tua, remaja bahkan anak-anak, mereka bisa melafalkan atau mengucapkan shalawat ini dengan sangat lancar.

Di artikel kali ini kami akan mengupas sholawat Nariyah ini. Selamat membaca.

Video Sholawat Nariyah

Mari kita simak terlebih dahulu video pembacaan sholawat Nariyah yang dibawakan dalam bentuk lagu oleh Almarhum Ustad Jefri Al-Bukhori.

Pengertian Sholawat

Pengertian sholawat
sumber : dutaislam.com

Sebelum membahas sholawat Nariyah lebih jauh, mari kita ketahui lebih dahulu apa itu sholawat.

Kata sholawat(الصلوات) berasal dari akar kata sholat(الصلاة‎). Dan kata sholawat ini merupakan bentuk jamak dari shalat. Kata shalat ini memiliki arti doa, dan sholawat berarti mendoakan. Mendoakan siapa? Dalam pengertian yang sudah umum di masyarakat, sholawat ini ditujukan untuk mendoakan Nabi Muhammad SAW.

Perintah unutk bersholawat kepada Nabi ini termuat dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56 :

Q.S Al-Ahzab ayat 56

Di ayat di atas, Allah menyuruh kita, sebagai orang beriman, untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad . Dan istimewanya, Allah tidak hanya menyuruh untuk bersholawat, Allah sendiri pun, dan para malaikat semuanya bershalawat kepada Baginda Nabi.

Betapa isitimewanya ibadah yang satu ini. Jika diibadah-ibadah yang lain Allah hanya memerintah dan tidak ikut melaksanakan, namun dalam perintah unutk bersholawat ini, Allah dan para malaikatnya sudah memberi contoh dan mendahului dalam bersholawat kepada pada Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita memilki semangat yang besar untuk terus bersholawat kepada Baginda Nabi shallahu alaihi wasallam.

Pengarang Sholawat Nariyah

pengarang-sholawat-nariyah
sumber gambar : ramadhani1897.wordpress.com

Ada dua versi tentang siapakah pengarang sholawat ini.

Versi Pertama

Sholawat ini diciptakan oleh seseorang yang bernama Syekh Nariyah. Dia hidup di jaman Nabi Muhammad. Jadi merupakan seorang shahabat.

Ceritanya, suatu malam dia berdoa untuk Baginda Nabi. Dia berdoa, atau bisa dikatakan bersholawat sebanyak 4444 kali. Setelah melakukan itu, dalam suatu majelis, beliau mendekati Rasulullah SAW dan meminta didoakan supaya dimasukkan pertama ke surga bersama Nabi, dan Rasulullah pun menyetujui permintaannya.

Dikesempatan itu, ada sahabat lain yang melihat dan cemburu, kemudian sahabat itu pun meminta didoakan oleh Nabi dengan doa yang sama. Namun, Nabi menolaknya, beliau SAW mengatakan tidak bisa, karena Syekh Nariyah sudah meminta terlebih dahulu.

Pendapat yang mengatakan bahwa shalawat Nariyah dikarang oleh Syekh Nariyah seperti cerita di atas ini, tidak bisa dijadikan rujukan. Karena ada beberapa keganjilan-keganjilan dalam cerita di atas.

Versi kedua

Inilah makam pengarang sholawat Nariyah
sumber : youtube.com/watch?v=uex0R5dkkNE

Sholawat Nariyah ini dikarang oleh seorang ulama asal Maroko, yang bernama Syekh Ahmad At-Tazi Al-Maghribi.

Keterangan ini muncul karena seorang ulama dari Mesir, yaitu mufti Mesir, Syekh Ali Jumah, yang diberi gelar Allamah Ad-Dunya, mendapat sanad yang sempurna dari gurunya Syekh Abdullah Al-Ghumar, seorang ulama ahli hadist dari Maroko, yang sanadnya bersambung secara sempurna sampai kepada muallif(pengarang) sholawat Nariyah, yaitu Syekh Ahmad Tazi Al-Maghribi.

Mengenai nama pengarang ini ada beberapa pendapat, namun kesemuanya mengarah kepada seorang ulama asal Taza, Maroko. Nama–nama itu adalah :

  • Syekh Ahmad At-Tazi Al-Mahgribi seperti keterangan di atas.
  • Syekh Abdul Wahab at-Tazy, seperti keterangan yang ditulis oleh KH. Abdul Aziz Masyhuri dalam bukunya Aneka Macam Redaksi Shalawat Muhammad dan Khasiatnya.
  • Syekh Ibrahim at Tazy al Maghrib, seperti pendapat Habib Mundzir bin Fuad al Musawa, yang dikutip dan ditulis oleh Ustadz Sya’roni dalam blognya.

Pendapat ini, menurut kami paling mendekati kepada kebenaran daripada pendapat versi pertama tadi. Wallahu a’lam.

Penamaan Sholawat Nariyah

Sejarah penamaan sholawat Nariyah
sumber : islami.co

Nama asli shalawat ini bukanlah Nariyah. Namun, oleh penduduk Maroko disebut sebagai sholawat Nariyah, karena keampuhan sholawat ini sebagai wasilah pengabulan doa, dimana kecepatannya seperti nar(yang memilki arti api) yang membakar daun-daun kering.

Ada beberapa nama lain yang digunakan oleh masyarakat untuk menyebut shalawat ini.

  • Shalawat Tafrijiyah

Inilah nama asli dari shalawat ini. Tafrijiyah sendiri memiliki arti melapangkan kesulitan.

  • Shalawat Taziyah

Nama ini dinisbatkan kepada tempat di mana shalawat ini lahir, yaitu Tazi, Maroko. Di mana daerah itu menjadi nama belakang yang disematkan kepada muallif shalawat ini, seperti yang sudah tertulis di atas.

  • Shalawat Kamilah

Penamaan ini dikutip dari redaksi shalawatnya sendiri, pada kata Kaamilatan.

  • Shalawat Qurtubiyah

Nama ini dinisbatkan kepada imam Qurtubi karena beliau paling banyak meriwayatkan keistimewaan rahasia shalawat ini.

Fadhilah-Fadhilah

Ada banyak sekali fadhilah yang bisa didapatkan oleh orang yang mengamalkan sholawat Nariyah ini secara istiqomah.

Fadhilah Sholawat Nariyah Dalam Kitab Khozinatul Asror

Fadhilah sholawat Nariyah dalam kitab Khozinatul Asror

Dalam kitab karya Syaikh Muhammad Haqqi Afnadi An-Nazili ini, tertulis beberapa fadhilah pembacaan dan khasiat sholawat Nariyah ini, berikut kami tuliskan, yang kami kutip dari bebrapa bagian dalam kitab tersebut :

هذه الصلاة التفريجية ذكرها الشيخ العارف محمد حقي أفندي النازلي في خزينة الأسرار ونقل عن الإمام القرطبي أن من داوم عليها كل يوم إحدى وأربعين مرة أو مائة أو زيادة

Mengenai sholawat Tafrijiyah ini, dikutip dari Imam Al-Qurtubi, barang siapa membacanya (shalawat Nariyah/Tafrijiyah) setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih.

فرج الله همه وغمه وكشف كربه وضره ويسر أمره ونور سره وأعلى قدره وحسن حاله ووسع رزقه وفتح عليه أبواب الخيرات والحسنات بالزيادة

Allah akan melenyapkan baginya kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan segala urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, membaguskan keadaannya, meluaskan rizqinya, dan membukakan baginya segala pintu-pintu kebaikan.

ونفذ كلمته في الرياسات وأمّنه من حوادث الدهر وشر نكبات الجوع والفقر

Dan ucapan-ucapannya akan didengar oleh penguasa, dan Allah akan menyelamatkannya dari musibah, kelaparan dan kefaqiran.

وألقى له محبة في القلوب ولا يسأل ن الله تعالى شيئاً إلا أعطاه

Dan akan diletakkan padanya kecintaan di dalam hatinya. Dan juga, saat dia meminta sesuatu/berdoa pada Allah, maka Allah pasti akan mengabulkan doanya.

ولا تحصل هذه الفوائد إلا بشرط المداومة عليها

Dan tidak akan hasil fadhilah-fadhilah yang sudah ditulis di atas kecuali dengan syarat istiqomah dalam membacanya.

وهذه الصلاة كنز من كنوز الله وذكرها مفتاح خزائن الله يفتح الله لمن داوم عليها من عباد الله ويوصله بها إلى ما شاء الله

Dan shalawat ini merupakan kunci gudang dari gudangnya Allah. Dan bagi siapapun yang merutinkan membacanya, maka ia akan mendapatkan wasilah/perantara dari apa yang ia inginkan atas apa yang Allah kehendaki.

وقال في موضع آخر من كتابه المذكور ومن الصلوات المجربات الصلاة التفريجية القرطبية ويقال لها عند المغاربة الصلاة النارية لأنهم إذا أرادوا تحصيل المطلوب أو دفع المرهوب يجتمعون في مجلس واحد ويقرؤونها أربعة آلاف وأربعمائة وأربعة وأربعين مرة فينالون مطلوبهم سريعاً

Bercerita Imam Al Qurthuby, di dalam bagian kitab yang lain. Salah satu shalawat yang mujarab adalah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah. Dan shalawat ini oleh penduduk Maghribi (Maroko) disebut dengan sholawat Nariyah. Karena, apabila penduduk Maghribi ingin mencapai suatu hajat, dan mencegah apa yg  mereka tidak suka, maka mereka akan berkumpul dalam suatu majelis, lalu membaca shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali, dan dengan cepat mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

ويقال لها عند أهل الأسرار مفتاح الكنز المحيط لنيل مراد العبيد

Dan disebutkan oleh Ahlul Asror(orang yang tahu rahasia alam), mereka meyakini bahwa shalawat ini merupakan kunci gudang yang mumpuni.

وقال الإمام الدينوري من قرأَ هذه الصلاة دبر كل صلاة إحدى عشرة مرة ويتخذها ورداً لا ينقطع رزقه وينال المراتب العلية والدولة الغنية

Imam Dainuri berkata “Barangsiapa yang membaca shalawat ini setiap selesai shalat fardhu 11 kali, dan menjadikannya wirid(melanggengkan), maka rejekinya tidak akan pernah putus, dan dia akan memperoleh kedudukan yang tinggi”.

ومن داوم عليها بعد صلاة الصبح كل يوم إحدى وأربعين مرة ينال مراده أيضاً

Dan barangsiapa istiqomah membacanya setelah sholat shubuh sebanyak 41 kali setiap hari, akan tercapai segala hajatnya.

ومن داوم عليها كل يوم مائة مرة يحصل مطلوبه ويدرك غرضه فوق ما أراد

Dan siapa yang rutin membacanya setiap hari 100 kali, maka akan tercapai setiap maksud/hajatnya, bahkan melebihi yang dimintanya.

ومن داوم على قراءتها كل يوم بعدد المرسلين عليهم السلام ثلاثمائة وثلاث عشرة مرة لكشف الأسرار فإنه يرى كل شيء يريده

Dan barangsiapa membacanya setiap hari sebanyak jumlah para rasul, yaitu 313 kali,maka  akan terbuka segala rahasia baginya.

ومن داوم عليها كل يوم ألف مرة فله ما لا يصفه الواصفون مما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر

Dan barang siapa membacanya setiap hari 1000 kali, maka dirinya akan memperoleh sesuatu yang sangat luar biasa, yang belum pernah disifati oleh para ahli sifat, belum pernah ada mata yang melihatnya, belum pernah ada telinga yang mendengarnya dan belum pernah terlintas di hati.

وقال الإمام القرطبي من أراد تحصيل أمر مهم عظيم أو دفع البلاء المقيم فليقرأ هذه الصلاة التفريجية وليتوسل بها إلى النبي صلى الله عليه وسلم ذي الخلق العظيم أربعة آلاف وأربعمائة وأربعاً وأربعين مرة فإن الله تعالى يوفق مراده ومطلوبه على نيته وكذا ذكر ابن حجر العسقلاني خواص هذا العدد فإنه إكسير في سبب التأثير انتهى جميع ذلك من خزينة الأسرار

Dan berkata Imam Al-Qurtubi “Siapapun orang yang ingin berhasil disetiap urusannya yang penting, atau menghindari bala musibah, maka bacalah shalawat Tafrijiyah, sebagai bentuk tawasul kepada baginda Nabi shallahu alaihi wasallam, pemilik akhlak yang mulia, sebanyak 4444 kali, maka Allah SWT akan mengijabah setiap maksud dan keinginannya. Dan inilah yang disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqlani tentang kekhusuan bilangan ini(4444). Karena sesungguhnya ia merupakan sumber keajaiban bagi sesuatu untuk menjadi nyata”.

Fadhilah Sholawat Nariyah Dalam Kitab Afdhalus Shalawat ‘ala Sayyidis SaadaatFadhilah sholawat Nariyah dalam kitab Afdholus sholawat 'ala sayyidissadat

Dari kitab Afdhalus Shalawat ‘ala Sayyidis Saadaat, kami simpulkan beberapa fadhilah shalawat yang tertulis di dalam kitab yang ditulis oleh Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani ini, yang secara garis besar sama dan sudah tertulis di dalam kitab Khozinatul Asror, seperti yang tertulis di atas. Berikut beberapa fadhilah dan khasiat Sholawat Nariyah:

  1. Jika dibaca 41 kali, 100 kali, atau lebih, maka Allah akan membebaskannya dari berbagai macam kesulitan, kesusahan, dan kesedihan.
  2. Jika dibaca 4444 kali, maka apa yang jadi hajatnya akan Allah kabulkan.
  3. Jika dibaca 11 kali secara rutin/istiqomah setiap hari, maka rizkinya seakan-akan turun dari langit secara langsung.
  4. Jika dibaca setiap selesai shalat fardhu 11 kali, dan istiqomah dalam membacanya, maka rizkinya akan selalu ada/tidak pernah terputus, derajatnya akan ditinggikan, dan dia akan diberi kekuasaan yang mencukupi.
  5. Jika dibaca 313 kali, maka dia akan mendapatkan anugerah yang tidak bisa disifati oleh ahli sifat, tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah teringinkan oleh hati.

Bacaan Sholawat Nariyah

Berikut bacaan sholawat Nariyah, seperti yang tertulis dalam kitab Khozinatul Asror.

bacaan-teks-arab-sholawat-nariyah
sumber : nu.or.id

Bacaan Indonesianya seperti ini :

Allhumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim saalaman, taamman ‘ala sayyidina Muhammadin, alladzi tanhalu bihil ‘uqodu, wa tanfariju bihil kurobu, wa tuqdho bihil hawaiju, wa tunalu bihir-rogho-ibu, wa khusnul khowatimi, wa yustasqol ghomamu, bi wajhihil karim, wa ‘ala alihi wa shohbihi, fi kulli lamhatin, wa nafasin, bi ‘adadi kulli ma’lumillak.

Artinya :

Duhai Allah berikanlah sholawat dengan sholawat yang sempurna,dan berikanlah salam dengan salam yang sempurna, kepada pemimpin kami Baginda Nabi Muhammad, yang dengannya terlepas segala kesulitan, hilangnya segala kesedihan, terpenuhinya segala kebutuhan, tercapainya segala kesenangan, semuanya berakhir dengan kebaikan, dan diturunkannya hujan, berkat Nabi yang pemurah, dan juga kepada keluarganya, dan para sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak hitungan makhluk yang ada dalam pengetahuanMu.

**************

Apakah Shalawat Nariyah Tidak Boleh Dibaca?

Belakangan ini banyak pihak yang berpendapat bahwa shalawat nariyah ini haram, sesat dan lainnya. Apakah benar demikian? Berikut ini jawaban pertanyaan tadi itu yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad. Ayo simak!

*******

Itulah tadi pembahasan mengenai sholawat Nariyah. Semoga bermanfaat. Terimakasih sudah membaca. Assalamualaikum. Ayo Sholawat!

 

2 pemikiran pada “Sholawat Nariyah : Bacaan Arab, Latin, Fadhilah, dan Keutamaannya

Tinggalkan komentar