Sholawat Badar : Lirik, Keutamaan dan Sejarahnya

Hampir bisa dipastikan, setiap muslim di Indonesia ini pernah mendengar bacaan sholawat yang satu ini. Itu karena sholawat badar ini memang begitu terkenal.

Apalagi di kampung-kampung. Di kampung, sholawat Badar ini biasa dilantunkan diantara adzan dan iqomah. Selain itu, biasanya juga dilantunkan di acara-acara lainnya, misal pengajian, dll.

Berbeda dengan sholawat pada umumnya yang biasanya hanya terdiri dari beberapa baris. Sholawat badar ini bentuknya seperti sajak. Jadi ada beberapa bait rangkaian yang membentuknya.

Di dalam rangkaian itu, selain sholawat, juga terdapat doa-doa. Doa yang terdapat di dalam sholawat itu, menggunakan redaksi tawassul, kepada Rasulullah dan Ahli Badar.

Bacaan Sholawat Badar

Berikut ini tulisan arab sholawat Badar

lirik-sholawat-badar-lengkap
Lirik Sholawat Badar

Tulisan Latin Sholawat Badar

Shalaatullaah Salaamullah – ‘Ala Thaahaa Rasulillah

Shalaatullaah Salamullah – ‘Ala Yaasiin Habiibillah

***

Tawassalnaa Bibismi llaah – Wabil Haadi Rasuulillaah

Wakulli Mujaahidin Lillaah –  Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

llaahi Sallimil Ummah – Minal Aafaati Wanniqmah

Wamin Hammin Wamin Ghummah – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Ilaahi Najjinaa Waksyif – Jamii’a Adziyyatin Wahrif

Makaa idal ‘idaa wal thuf – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

llaahi Naffisil Kurbaa – Minal’Ashiina Wal’Athbaa

Wakulli Baliyyatin Wawabaa –  Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Wakam Min Rahmatin Washalat – Wakam Min Dzillatin Fashalat

Wakam Min Ni’matin Washalat – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri – Wakam Aulaita Dzal Faqri

Wakam’Aafaita Dzal Wizri – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi – Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi

Fa Anji Minal Balaas Sha’bi – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Atainaa Thaalibir Rifdi – Wajullil Khairi Was Sa’di

Fawassi’ Minhatal Aidii – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Falaa Tardud Ma’al Khaibah – Balij’Alnaa ’Alath-Thaibah

Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Wain Tardud Faman-Na’-Tii – Binaili Jamii’i Haajaati

Ayaa Jaalil Mulimmaati – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

llaahighfir Wa Akrimnaa – Binaili Mathaalibin Minnaa

Wadaf’i Masaa-Atin ‘Annaa – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

llaahii Anta Dzuu Luthfin – Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin

Wakam Min Kurbatin Tanfii – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

***

Washalli ‘Alan-Nabil Barri – Bilaa ‘Addin Walaa Hashri

Wa Aali Saadatin Ghurri – Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Arti Lirik Sholawat Badar

arti-sholawat-badar
Arti Sholawat Badar

Rahmat Serta Keselamatan Dari Allah – Semoga Tetap Tertuju Pada Nabi Thoha, Sang Utusan Allah

Rahmat Serta Keselamatan Dari Allah – Semoga Tetap Tertuju Pada Nabi Yasin, Sang Utusan Allah

(catatan : Thoha dan Yasin adalah nama lain dari Baginda Nabi Muhammad shallallhu alaihi wa sallam)

***

Kami Bertawasul Dengan (barokah) Bismillah – Dan Dengan Berkat Sang Pembawa Petunjuk, Utusan Allah

Dan Dengan Barokah Seluruh Pejuang (Mujahhid) di Jalan Allah – Dan Dengan Barokah Para Ahli Badar, Ya Allah

***

Ya Allah, Semoga Engkau Berkenan Menyelamatkan Ummat – Dari Bencana Dan Siksa

Dan Dari Segala Susah dan Kesempitan – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Ya Allah, Selamatkanlah Kami Segala Yang Menyakitkan – Dan Dari Tipu Daya Musuh

Dan Semoga Engkau Berkenan Mengasihi Kami – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Ya Allah, Hilangkanlah Kesusahan – Dari Orang Yang Bermaksiat dan Dari Kerusakan

Dan Semoga Engkau Berkenan Menghilangkan Semua Bencana dan Wabah Penyakit – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Sudah Berapa Rahmat Yang Telah Tiba – Dan Sudah Berapa Kehinaan Yang Hilang

Dan Sudah Berapa Nikmat Yang Sudah Datang – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Sudah Berapa Kali Engkau Memberi Kekayaan – Dan Berapa Kali Engkau Memberi Nikmat Kepada Orang Yang Fakir

Dan Berapa Kali Engkau Mengampuni Orang Yang Berdosa – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Sungguh Terasa Sempit Di Hati Ini – Karena Bumi Ini Penuh Dengan Bencana dan Malapetaka

Semoga Engkau (Allah) Menyelamatkan Kami Bala’ Yang Mengerikan – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Kami Datang memohon Pertolongan – Dan Memohon Kabaikan dan Keuntungan

Semoga Engkau Ya Allah Meluaskan Anugerah Nikmat Yang Melimpah – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Janganlah Engkau Menolak Kami Karena Itu Berarti Kerugian Besar Bagi Kami – Tetapi, Jadikanlah Kami Di Atas Kebaikan

Duhai Dzat Yang Punya Keagungan dan Wibawa  – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Jika Engkau Menolak Kami, Maka Pada Siapa Kami Datang – Untuk Memohon Mengabulkan Semua Hajat kami

Duhai Dzat Yang Menghilangkan Semua Bencana – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Duhai Tuhan Kami, Ampunilah Kami dan Muliakanlah Kami – Dengan Mengabulkan Permintaan Kami

Dan Menolak (Mencegah) Keburukan Kami – – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Duhai Tuhan Kami, Engkaulah Yang Punya Welas Asih – Dan Punya Keutamaan, Serta Kasih Sayang

Dan Berapa Banyak Kesusahan Yang Sudah Lenyap – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

***

Dan Semoga Kesejahteraan Selalu Terlimpah Atas Nabi Yang Selalu Berbakti Kepada-NYA – Dengan Kesejahteraan (dan Keselamatan) Yang Tidak Terhitung dan Tak Terbilang

Dan Juga Kepada Seluruh Keluarganya Yang Bersinar Nur Cahayanya – Dengan (Sebab) Berkah Ahli Badar, Ya Allah

Sejarah Sholawat Badar

sejarah-sholawat-badar
Sejarah sholawat Badar

Sesuai dengan namanya, sholawat Badar ini di dalamnya berisi pujian kepada Rasulullah dan para Ahli Badar. Siapakah Ahli Badar itu? Mereka adalah para sahabat Nabi shallallhu alaihi wasallam yang ikut serta dalam Perang Badar.

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, sholawat Badar ini berbentuk syair, dan biasanya dibaca dengan dinyanyikan dengan lagu yang khas.

Sholawat ini lahir sekitar tahun 1960, digubah oleh Kiai Ali Mansur, cucu dari K.H. Muhammad Shidiq Jember. Pada saat itu, Kiai Ali Mansur menjabat sebagai kepala di Kantor Departemen Agama Banyuwangi.  Selain itu, beliau juga menjabat sebagai ketua PCNU di wilayahnya saat itu.

Proses penciptaan sholawat ini bisa dibilang penuh dengan misteri dan teka-teki.

Diceritakan, saat itu Kiai Ali Maksum terinspirasi salah satu kitab karya al-Imam as-Sayyid Ja’far al-Barzanji, yang berjudul Mandzumah Ahl al-Badar al-Musamma Jaliyyat al-Kadar fi Fadhail Ahl al-Badar.

Dan sebelum sholawat ini ditulis,beliau bermimpi didatangi oleh manusia-manusia yang mengenakan jubah putih dengan bersorban hijau.

Di suatu malam, Kiai Ali tidak bisa memejamkan matanya. Hati beliau merasa gelisah memikirkan situasi politik saat itu yang memojokkan NU dan semakin tidak menguntungkan bagi NU. Waktu itu, orang-orang PKI semakin dominan dan leluasa beredar di lingkungan kekuasaan. Selain itu, mereka juga berani membunuh kiai-kiai di pedesaan. Karena memang para kiai-lah yang menjadi pesaing utama PKI saat itu.

Sambil terus merenung, Kiai Ali menggoreskan penanya pada sebuah kertas, menuliskan syair-syair gubahnannya dalam bahasa Arab. Kiai Ali ini memang terkenal akan kemahirannya dalam membuat syair bahasa Arab, hal ini sudah diketahui sejak beliau masih belajar di Pesantren Lirboyo.

Kegelisahan hati yang Kiai Ali rasakan, bercampur dengan rasa heran, sebab mimpinya tadi itu. Ditambah lagi, pada malam yang sama, isteri beliau bermimpi didatangi oleh Rasulullah shallallhu alaihi wasallam.

Keesokan harinya, beliau menanyakan ihwal mimpinya itu kepada Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi. Dan Habib Hadi pun menjawab, bahwa yang dilihat Kiai Ali dimimpinya adalah para Ahli Badar. Dua mimpi aneh dan luar biasa yang beliau dan isteri rasakan itu yang mendorong beliau menulis sholawat Badar.

Keanehan muncul lagi esok harinya. Para tetangga Kiai Ali datang ke rumah beliau dengan membawa beras, daging dan lainnya, seperti orang yang mendatangi rumah karena akan ada hajat mantu.

Anehnya lagi, saat ditanya oleh Kiai Ali, mereka bercerita, bahwa saat pagi hari buta, rumah mereka didatangi oleh orang yang mengenakan jubah putih, dan orang itu meminta mereka membantu Kiai Ali, karena katanya Kiai Ali akan punya hajatan besar.

Keheranan semakin banyak di pikiran Kiai Ali, “Siapa orang berjubah putih itu?”. Dan dihari itu, banyak orang yang membantu didapur menyiapkan jamuan untuk tamu, walaupun mereka sendiri tidak tahu siapa tamu-tamu itu nantinya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, rombongan habaib yang mengenakan jubah putih-hijau datang ke kediaman Kiai Ali, dengan dipimpin oleh Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang, Jakarta.

Bergembiralah hati Kiai Ali, karena yang datang ke rumah beliau adalah para habaib yang sangat beliau dan keluarganya hormati.

Setelah berbincang ringan mengenai beberapa topik, seperti perkembangan PKI dan kondisi politik nasional saat itu, Habib Ali mengemukakan pertanyaan yang membuat Kiai Ali terkejut, bagaimana tidak, Habib Ali meminta Kiai Ali untuk membacakan syair yang beliau buat kemarin di hadapan rombongan habaib itu.

kiai-haji-ali-mansur-penggubah-sholawat-badar
K.H. Ali Mansur

Bgaimana tidak terkejut, sebab syair itu belum ada yang tahu dan belum beliau sebarkan. Namun, Habib Ali sudah tahu tentang syair itu. Dan, akhirnya Kiai Ali pun memakluminya, mungkin itu adalah karomah yang Allah berikan kepada Habib Ali

Kemudian, segera Kiai Ali mengambil kertas syairnya itu, dan mulai membaca dan melagukannya dengan sauranya yang memang bagus. Para habaaib pun mendengarkan pembacaan itu dengan khusyuk, dan tidak lama berselang, mereka pun mulai meneteskan air mata karena haru aka nisi dari syair sholawat Badar itu.

Kunjungan para habaib itu tercatat dalam buku catatan kecil Kiai Ali, di sana tertulis kunjungan itu terjadi pada Rabu pagi, 26 September 1962 jam 8 pagi.

Dan diacara itu dilakukan pembacaan Maulid Al-‘Azab dan ceramah agama. Beberapa yang memebri ceramah adalaha Habib Ali al-Habsyi, Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi dan Habib Salim bin Jindan.

Selesai mendengarkan pembacaan sholawat itu, Habib Ali bangkit dan berkata dengan nada yang mantap, “Ya Akhi, Mari perangi genjer-genjer PKI dengan sholawat Badar”.

Kemudian rombongan habaib itu memohon undur diri, setelah habib Ali memimpin pembacaan doa.

Dan sejak saat itulah sholawat Badar dikenal dan menyebar.

Untuk lebih menyebarkan sholawat Badar ini, Habib Ali kemudian mengundang Kiai Ali dan KH. Ahmad Qusyairi, paman Kiai Ali Mansur, untuk hadir ke majelis Habib Ali di Kwitang, Jakarta.

Dan di sana, Kiai Ali diminta untuk membacakan kembali sholawat Badar dihadapan para jamaah yang hadir. Sehingga sholawat itu menjadi semakin terkenal dan semakin menyebar. Apalagi, setelah itu sholawat Badar selalu dibaca di awal majelisnya Habib Ali al-Habsyi.

Video Sholawat Badar

Berikut ini beberapa pembacaan sholawat Badar yang dibawakan dengan indah oleh Habib Syech, Wafiq Azizah dan lain sebagainya.

Sholawat Badar Habib Syech

Sholawat Badar Wafiq Azizah

Sholawat Badar UJE

Sholawat Badar Sulis

Sholawat Badar Opick

Itulah tadi pembahasan mengenai sholawat Badar. Semoga membawa manfaat bagi sebanyak mungkin makhluk-NYA. Terima kasih. Wallahu a’lam bisshowab.

Tinggalkan komentar