Tata Cara Shalat Tahajud, Niat, Doa dan Keutamaannya

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dan dirutinkan adalah shalat tahajud. Shalat ini merupakan senjata yang ampuh untuk mempercepat pengabulan hajat. Ibadah ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa, karena ia merupakan satu-satunya shalat sunnah yang diperintahkan di dalam Al-Quran.

Sebenarnya apa saja keistimewaan shalat tahajud ini? Mari cari tahu lebih lanjut.

Pengertian Shalat Tahajud

Apa itu shalat tahajud?
sumber : islamidia.com

Tahajud berasal dari kata al-hujud yang artinya bangun dari tidur. Jadi, arti dari shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah orang bangun dari tidur di malam hari. Tidak ada batasan berapa lama dia tidur, walaupun hanya 1 menit dia tertidur, dan saat bangun dia sholat maka itu bisa disebut tahajud.

Namun, ada perbedaan pendapat didalam pendefinisian tahajud ini. Sebagian kalangan berpendapat bahwa tidak tidur sebelum tahajud tetap bisa dikatakan sebagai tahajud. Karena, tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan syarat sah shalat tahajud.

Dan dari pendapat yang berbeda mengatakan, bahwa sebelum sholat tahajud diharuskan tidur terlebih dahulu. Sehingga sesuai dengan nama tahajud itu sendiri, yang berarti bangun dari tidur.

Ada sebuah riwayat yang menyatakan tentang masalah tidur dahulu atau tidak sebelum tahajud. Pernah suatu ketika sahabat Abu Bakar As-Siddiq dan sahabat Umar bin Khattab sedikit berselisih mengenai sholat tahajud ini. Keduanya memiliki pendapat dan kebiasaan yang berbeda, Sayyidina Abu Bakar sholat tahajud sebelum tidur, sedangkan sahabat Umar tidur dulu baru sholat.

Kemudian kedua sahabat tersebut menghadap kepada Baginda Nabi, dan menceritakan masalah mereka. Dan Rasulullah pun hanya menjelaskan, bahwa sahabat Abu Bakar merupakan orang yang hati-hati, karena tidak ingin terlewat tahajudnya, sehingga beliau sholat sebelum tidur.

Dan Nabi juga menjelaskan bahwa sahabat Umar merupakan orang yang kuat, karena beliau mampu untuk bangun dari nikmatnya tidur malam untuk melakukan tahajud.

Sejarah Shalat Tahajud

Sejarah shalat tahajud
sumber : muhammadiyah.or.id

Menurut sebagian ulama, awalnya sholat tahajud ini merupakan kewajiban. Hal ini berdasar pada turunnya ayat 1-4 dari surat Al-Muzammil berikut:

Ayat Al-Quran dimana perintah untuk shalat tahajud itu tertulis
Al-Muzammil 1-4

Artinya :

  1. Wahai orang yang berselimut(Muhammad).
  2. bangunlah(untuk shalat malam) kecuali sedikit.
  3. setengahnya, atau kurangilah dari setengah itu sedikit.
  4. atau tambahlah dari setengah itu. dan bacalah Quran dengan tartil.

Dan pada akhirnya, setelah turun ayat ke-20 dari surat Muzammil, sholat ini berubah kedudukannya menjadi sholat sunnah. Namun, walau bukan sebuah kewajiban lagi, baginda Nabi tetap melaksanakannya dengan rutin setiap hari.

Manfaat dan Keutamaan

keutamaan-dari-shalat-tahajud
sumber : ikimfm.my

Ada banyak sekali keutamaan, fadhilah dan manfaat dari menjalankan sholat malam ini. Di sini kami hanya menuliskan beberapa saja.

Diangkat Derajatnya

Allah akan mengangkat derajat orang yang melaksanakan sholat tahajud ke tempat yang mulia (maqomam-mahmuda). Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Isro ayat 79 berikut.

Surat Al-Isro ayat 79, tentang keutamaan shalat tahajud

Sholat Sunnah Paling Utama

Sebagaimana sabda Nabi berikut.

Hadis tentang keutamaan shalat tahajud.

Dan berikut.

Ini juga hadis yang menyebutkan keutamaan shalat tahajud.

Doa Saat Tahajud Lebih Mustajab

Doa diwaktu shalat tahajud lebih mudah untuk terijabah.
sumber : amaliyahislam.com

Ada sebuah riwayat dari Amr Ibn ‘Abasah, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah. Malam apakah yang paling didengar?”, Rasulullah menjawab,”Tengah malam terakhir, maka shalatlah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyhudah (waktu yang apabila bermunajat/berdoa maka Allah akan menyaksikannya dan apabila berdoa maka akan didengar doanya)”(H.R. Abu Daud).

Penghapus Dosa

Abu Umamah al-Bahili berkata, bahwa Rasulullah bersabda ”Lakukanlah qiyamul lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub(mendekatkan diri kepada Allah), penghapus dosa dan penghalang dari berbuat salah”(H.R At-Tirmidzi).

Tiket Masuk Surga

Dari Abdullah Ibn Muslin, “kalimat pertama yang ku dengar dari Rasulullah saat itu adalah, “Wahai sekalian manusia. Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkanlah shalat malam saat manusia lain sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”(H.R. Ibnu Majah).

*****

Selain fadhilah tahajud yang telah disebutkan dari hadist-hadist Nabi. Ada juga manfaat-manfaat tahajud yang bisa dilihat dari kacamata ilmiah(yang tentu saja masih berhubungan dengan hadist). Berikut beberapa diantaranya.

Membesarkan Rongga Paru-Paru

Gerakan sholat secara umum, memiliki banyak manfaat bagi tubuh.  Dari mulai takbiratul ihram sampai salam, semuanya memiliki dampak positif. Salah satunya adalah gerakan takbiratul ihram.

Saat takbiratul ihram, kita akan mengangkat dan membuka kedua tangan. Ketika gerakan ini kita lakukan, kita sedang membuka rongga paru-paru untuk menerima lebih banyak oksigen.

Waktu kita sholat tahajud di sepertiga malam, keadaan sekitar masih hening dan tenang. Saat itu juga kadar oksigen masih sangat segar, belum tercampur polusi udara. Nah, hubungan antara gerakan sholat dan kadar oksigen yang berlimpah di waktu sepertiga malam terakhir inilah yang memberikan dampak yang luar biasa bagi tubuh.

Pikiran Menjadi Jauh Lebih Tenang

Keheningan di waktu malam saat shalat tahajud
sumber : caradesain.com

Seperti yang sudah disinggung di poin di atas. Sepertiga malam terkhir merupakan waktu dimana keadaan lingkungan sekitar masih sangat hening, damai dan tenang.

Saat kita melakukan sholat dengan keadaan lingkungan yang seperti itu, secara ototmatis pikiran kita akan menyesuaikan untuk ikut menjadi tenang. Ada sebuah hadist yang diriwaytkan dari sahabat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian saat tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan : ”Engaku masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!”. Jika dia bangun dan kemudian menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika kemudian dia berwudhu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika dia mengerjakan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, dan jiwanya juga akan menjadi baik. Jika tidak demikian(ket. bangun- wudhu- sholat), maka keesokan harinya jiwanya akan menjdai kotor dan pemalas”(H.R. Muslim 1163).

Tidak Mudah Terkena Penyakit

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr Ah Qurquz, keduanya berkesimpulan bahwa shalat malam dapat meninggkatkan daya tahan tubuh, sehingga kita tidak mudah terkena penyakit.

Hal ini terjadi karena, saat kita bangun untuk sholat malam, kita menghentikan aktivitas tidur, dimana tidur itu memberikan ketenangan. Akan tetapi, ketenangan yang terlalu lama merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Tata Cara Sholat Tahajud

Shalat tahajud
sumber : bersamadakwah.net

Sebenarnya tidak ada perbedaan antara sholat tahajud dan sholat-sholat lainnya. Semuanya sama, mulai dari takbiratul ihram sampai salam. Dan tidak ada bacaan surat khusus yang disyaratkan. Jadi kamu bisa membaca surat apapun sesuai yang kamu inginkan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu ingin mengerjakan sholat tahajud. Apa sajakah itu?

Niat

Dalam hal ini yang dirubah dari niat sholat fardhu hanya beberapa bagian, sehingga menjadi.

Niat shalat tahajud

Usholli sunnat-tahajjudi rok ‘ataini lillahi ta’ala

Saya niat sholat tahajud dua rokaat hanya karena Allah ta’ala.

Niat ini diucapkan(dalam hati) ketika takbiraul ihram, dengan khusyuk, meresapi dan paham maknanya. Namun perlu dipahami, hukum membaca niat ini bukanlah suatu kewajiban, jadi jika kamu tidak membaca lafadz niat seperti di atas, sholat kamu tetap sah.

Dengan catatan kamu tetap meniatkan akan sholat tahajud, namun tidak dengan lafadz di atas, bisa dengan bahasa sehari-hari.

Waktu

Waktu pelaksanaan sholat ini paling bagus dilaksanakan di sepertiga malam yang terakhir, untuk lebih jelasnya simak tabel di bawah ini.

Sepertiga malam pertama Sehabis Isya’ sampai jam 10 Waktu yang utama
Sepertiga malam kedua Jam 10 sampai jam 1 pagi Waktu yang lebih utama
Seperti malam terkhir Jam 1 sampai subuh Waktu yang paling utama

Tidur Terlebih Dahulu

Sedikit sudah dibahas mengenai hali ini dipembahasan di atas. Berikut kami tuliskan pendapat para ulama mengenai harusnya tidur terlebih dahulu.

Dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj karya Imam Romli, dituliskan sebagai berikut :

Penjelasan kitab tentang tidur sebelum shalat tahajud

Dan dalam kitab Hasyiyatul Bujairomi ala Syarhil Minhaj, Syekh Sulaiman Ibn Muhammad Ibn Umar Albujairomi menyebutkan :

Penjelasan kitab tentang tidur sebelum shalat tahajud

Artinya : sunah melakukan tahajud, yaitu dimalam hari setelah tidur.

Penjelasan dari frasa -setelah tidur- : walaupun sebentar dan walaupun tidurnya sebelum melakukan sholat isya, tetapi sholat tahajudnya tetap dilakukan setelah sholat isya. Oleh sebab itulah shalat ini disebut sholat tahajud, dan ini adalah pendapat yang kuat”.

Bisa kita ambil kesimpulan dari penjelasan para ulama di atas, kita harus tidur terlebih dahulu sebelum mengerjakan tahajud, walaupun tidurnya hanya sebentar dan tidurnya sebelum sholat isya.

Jumlah Rakaat

Paling sedikit tentu saja 2 rakaat, dan paling banyak ada yang mengatakan 8, 12 dan ada juga yang berpendapat tak terhingga.

Perlu diperhatikan, berapapun rakaat yang akan dikerjakan, harus dengan dua rokaat salam. Jadi jika mengerjakan 6 rakaat, berarti dengan 3 kali salam. Begitu juga dengan 8, 10 , atau 12 rokaat, maka dengan 4,5 dan 6 salam.

Ini seperti yang disebut dalam hadist dari Ibnu Umar radhiyallhu ‘anhu :

“Shalat (sunah) malam hari dan siang hari itu dua rakaat-dua rakaat”(H.R. Ibn Abi Syaibah)

Doa Setelah Tahajud

Setelah selesai melakukan shalat tahujud, kamu bisa membaca doa di bawah ini.

Ini doa setelah shalat tahajud.

Dan bacaan latinnya sebagai berikut :

“Allhumma lakal hamdu anta qoyyimussamawaati wal ardhi wa man fiihinn. Wa lakal hamdu anta maa likusamawaati wal ardhi wa man fihinn. Wa lakal hamdu anta nuurus samawaati wal ardhi wa man fihinn. Wa lakal hamdu antal haq wawa’dukal haqq, waliqoo-uka haqq, wa qouluka haqq, wal jannatu haqq, wannaru haqq, wannabiyyuna haqq, wa Muhammadun shollallahu ‘alaihi wa sallama haqq, was-saa ‘atu haqq. Allhumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khoshomtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii ma qoddamtu, wa maa akhortu, wa maa asrortu, wa maa a’lantu, antal muqoddimu wa antal muakhiru, laa ilaaha illa anta, au-laa ilaaha ghoiruka, wa laa haula walaa quawwata illa billahi”.

Atau untuk lebih jelasnya silahkan lihat video berikut.

Dzikir Setelah Shalat Tahajud

Dzikir yang dibaca setelah shalat tahajud
sumber : nu.or.id

Setelah selesai sholat, kamu bisa membaca istighfar, tasbih dan shalawat. Masing-masing bisa kamu baca minimal 100 kali, kalu kamu bisa lebih dari itu, semisal 1000 kali, tentu itu lebih bagus.

Istighfar

Bisa dengan istighfar yang pendek, semisal :

Istighfar sesudah shalat tahajud

Astoghfirullahal Adzim

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung”.

Atau yang lebih panjang.

Istighfar setelah shalat tahajud.

Astaghfirullahal azhiim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilaihi.

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada sesembahan kecuali DIA, dzat Yang Maha Hidup Yang Maha Berdiri. Dan aku bertaubat kepadaNya”.

Atau kamu juga bisa membaca raja dari seluruh Istighfar, yaitu sayyidul Istighfar.

Sayyidul istighfar setelah shalat tahajud

Allhumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani, wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, ‘audzubika min syarrima shona’tu abuu-u laka bini’ matika ‘alaiya wa abu-u bidzanbi faghfirli, fainnahu la yaghfirudzunuba illaa anta.

Shalawat

Untuk shalawat, kamu bisa membaca sholawat apapun. Semisal sholawat jibril Shallahu ala Muhammad. Atau sholawat-sholawat lain. Baik itu shalawat yang bersumebr langsung dari Nabi, maupun shalawat yang bersumber dari para ulama. Karena pada dasarnya semua shalawat akan sampai kepada Baginda Nabi.

Tips Mudah Bangun Untuk Tahajud

Jangan Begadang

Jika kalian meniatkan untuk tahajud, maka kurangilah begadang. Tidurlah lebih awal. Buatlah batas maksimum kamu harus sudah tertidur. Misalnya jam 10 malam. Di jam itu kamu harus sudah tertidur. Jadi ketika kamu bangun nanti sekitar jam 3 pagi, kamu bisa merasa segar karena sudah cukup tidurnya.

Tidur Siang

Ini hal yang sepele, namun bisa membuatmu bangun  di dini hari dengan lebih mudah dan segar. Kamu tidak perlu terlalu lama saat tidur siang. Cukup 15-20 menit.

Pasang Alarm(jika perlu yang banyak)

Di awal-awal kita melakukan bangun di dini hari, tentu terasa berat. Kamu perlu memasang alarm, dan usahakan volumenya yang keras. Jika dengan satu alarm kamu belum bangun, di hari berikutnya kamu bisa menambah jumlahnya, bisa 3 atau kalau mau 10 alarm.

Niat yang kuat

Nah, ini hal yang menentukan. Tanpa niat yang besar. Mau bagaimanapun kamu mengusahakn bangun, hal itu akan terasa berat. Namun, jika kamu punya niat yang besar, walau hanya dengan sedikit usaha, kamu akan mudah untuk bangun.

*************

Itulah pembahasan mengenai tata cara sholat tahajud. Mari kita mulai sekarang rutinkan untuk mengerjakan shalat malam ini.

Sebagai penutup, kami tuliskan bagaimana kesungguhan Rasulullah dalam menjalankan shalat tahajud.

Ada sebuah hadist dari Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi SAW shalat hingga kedua kai beliau bengkak. Kemudian beliau SAW ditanya “Mengapa engkau terlalu memaksakan diri seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” beliau SAW menjawab : “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?”.(H.R. Bukhori dan Muslim)

Selain itu ada juga hadis dari sayyidatuna Aisyah r.a. “Rasulullah apabila shalat malam, beliau berdiri hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah bertanya “Mengapa engkau berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang”. Maka Nabi SAW menjawab : “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur”. (H.R. Bukhori dan Muslim).

Sayyidatuna Aisyah juga berkata : “Hendaklah kalian melakukan qiyamul lail karena Rasulullah tidak pernah meninggalkannya, jika beliau sakit maka beliau melakukannya sambil duduk”.  (H.R. Ahmad dan Muslim).

Sungguh begitu mulia apa yang dicontohkan oleh Nabi kita. Beliau SAW yang telah dijamin surga baginya saja, masih mengerjakan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak. Dan dimanakah posisi kita yang masih berlumuran dosa? masih malas untuk shalat tahajud?.

Mari bersama-sama kita niatkan dengan kuat untuk melakukan shalat tahajud, sebagai bentuk rasa syukur dan juga rasa malu kita kepada baginda Nabi.

Terima kasih sudah berkunjung. Salam.

(Dari sahabatmu yang sama-sama masih berjuang untuk merutinkan tahajud).

Tinggalkan komentar