Sel Tumbuhan dan Fungsinya | Penjelasan Paling Lengkap

Halo, semuanya. Selamat datang di babacaca. Pada kesempatan kali kami akan membahas tentang sel tumbuhan, setelah sebelumnya kami menuliskan tentang sel hewan.

Kita semua tentu sudah tahu, bahwa sel merupakan bagian penyusun organ-organ pada makhluk hidup, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Sel ini merupakan bagian yang sangat kecil, bahkan bisa dibilang terkecil dari sebuah individu makhluk hidup.

Walaupun setiap individu makhluk hidup memiliki perbedaan, seperti tinggi – pendek, besar – kecil dan lain-lain. Para individu ini tersusun dari sel-sel yang mirip satu sama lainnya.

Begitu juga pada tumbuhan. Banyak sekali jenis dari tumbuhan-tumbuhan yang hidup di dunia ini. Dari jumlah yang sangat banyak itu, mereka para tumbuhan memiliki sel penyusun yang sama.

Oke, langsung saja kita bahas tentang sel tumbuhan ini dengan sejelas-jelasnya. Berikut pembahasan lengkapnya.

Pengertian Sel Tumbuhan

Apa yang dimaksud dengan sel tumbuhan ?

Sel tumbuhan adalah sekelompok sel eukaiorik. Pengertian dari sel eukariotik adalah sekelompok sel yang mempunyai materi genetik  (DNA) yang dibungkus atau dibalut oleh membrane. Sel tumbuhan ini sedikit berbeda daripada sel eukariotik lainnya, karena sel tumbuhan ini memiliki struktur yang khas.

Fungsi Sel Tumbuhan

Beberapa fungsi dari sel tumbuhan adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki peran yang besar dalam reproduksi tumbuhan
  2. Sebagai penggerak dari seluruh aktivitas di dalam tubuh tumbuhan
  3. Memiliki kaitan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dari tumbuhan
  4. Sebagai tampat/alat pembawa sifat genetik tumbuhan
  5. Merupakan penyusun tubuh tumbuhan

Itulah fungsi dari sel tumbuhan secara umum. Pembahasan mengenai bagian-bagian yang terdapat pada sel tumbuhan dan fungsinya akan ditulis di bawah ini.

Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Struktur sel tumbuhan dan fungsinya masing-masing
id.wikipedia.org

Walupun sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup, namun sel ini juga terdiri dari beberapa bagian penyusunnya. Masing-masing bagian ini memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Secara umum, struktur sel tumbuhan ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Membran
  • Sitoplasma
  • Inti sel

Berikut penjelasan dari masing-masing bagian itu.

Inti sel tumbuhan (Nukleus)

Sel tumbuhan - struktur sel tumbuhan - nukleus

Inti sel tumbuhan adalah organel yang letaknya paling dalam di susunan sel. Bagian dari sel tumbuhan ini tersusun dari empat bagian, yaitu selaput inti atau karioteka, nukleoplasma atau Kariolimfa, kromatin atau kromosom dan nukleolus atau anak inti.

Fungsi utama dari inti sel tumbuhan atau sering disebut sebagai nukleus ini adalah sebagai  bagian yang mengatur seluruh aktivitas dari sel, karena di dalam nukleus ini mengandung materi genetik, yaitu DNA dan RNA, di mana kedua materi ini memiliki fungsi mencetak protein.

Kalian sudah tahukan, kalau protein itu memiliki fungsi sebagai pembentuk dari tubuh kita?

Membran Nukleus atau Selaput Inti (Karioteka)

Sel-tumbuhan - struktur sel tumbuhan - inti nukleus

Bagian dari inti sel tumbuhan ini tersusun dari dua buah selaput, yaitu selaput luar dan dalam. Selaput luar ini selalu berhubungan dengan Sitoplasma secara langsung. Sehingga Karioteka ini akan tertempeli Ribosom dalam jumlah yang banyak di lapisan luarnya.

Di antara dua selaput luar dan dalam ini terdapat celah sempit yang biasa disebut dengan nama Perinukleus atau intermembran space.

Selaput inti ini juga memiliki pori-pori , sehingga sangat memungkinkan adanya interaksi antara nukleoplasma (cairan yang terdapat di dalam nukleus) dan sitoplasma. Interaksi ini terjadi karena molekul RNA yang terdapat pada Nukloplasma keluar dan menuju ke Sitoplasma, karena adanya pori-pori dari membran nukleus ini.

Nukleoplasma atau Kariolimfa

Sel tumbuhan - struktur sel tumbuhan - nukleoplasma

Bagian ini berbentuk cairan kental. Cairan ini terkandung berbagai zat, diantaranya adalah protein, mineral garam dan asam nukleat (DNA dan RNA). Peran dari DNA dan RNA di dalam Nukleoplasma ini adalah sebagai bagaian pembawa sifat genetik, dan jumlah dari DNA dan RNA ini sangatlah banyak di dalam Nukleoplasma. Dan saat kedua materi ini bergabung dengan protein, hasil gabungan itu akan disebut dengan nama Nukleoprotein.

Fungsi dari nukleoplasma salah satunya adalah untuk mempertahankan bentuk dari Nukleus, selain itu juga sebagai penyalur zat-zat yang dibutuhkan Nukleus.

Kromatin

Sel tumbuhan - struktur sel tumbuhan - kromatin

Kromatin ini memiliki bentuk seperti butiran-butiran. Saat sel melakukan proses pembelahan, kromatin tidak akan nampak, dia akan berubah menjadi pendek dan melingkar untuk membentuk kromosom.

Struktur dari kromatin adalah benang-benang halus yang tersusun atas DNA. Kromatin memiliki fungsi untuk membawa informasi genetik, yang memiliki kegunaan sebagai pengendali seluruh aktifitas sel. Sebelum kromatin ini keluar ke sitoplasma, informasi yang terdapat di dalam DNA akan dicopy untuk kemudian membentuk RNA.

Nukleolus (Anak Inti)

Sel tumbuhan - struktur sel tumbuhan - nukleolus
id.wikipedia.org

Bagaian ini terdapat di dalam nukleus. Komposisi penyusun dari nukleolus adalah benang-benang halus DNA. Ukuran bagian yang sering disebut dengan anak inti ini lebih besar daripada ukuran kromatin.

Organel sel satu ini memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya proses sistetis RNA. Di dalam nukeolus ini informasi genetik yang terdapat dan dibawa oleh DNA akan dipecah melalui proses penguraian, sehingga akan menghasilkan rRNA. Zat rRNA ini fungsinya adalah sebagai penyusun Ribosom pada sitoplasma.

Sitoplasma Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan - struktur sel tumbuhan - sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan kental yang terdapat dalam sebuah sel. Bagaian sel satu ini sebagian besar penyusunnya adalah air, banyaknya sekitar 80%. Bisanya sitoplasma ini tidak berwarna, atau bisa dikatakan bening.

Fungsi dari sitoplasma adalah sebagai media suspensi untuk pertikel-partikel kecil, dan juga organel-organel sel. Sitoplasma juga berfungsi untuk malarutkan makanan dan menyalurkannya ke organel-organel sel untuk bisa melakukan aktivitasnya.

Jika di dalam tumbuhan, sitoplasma ini memiliki peran sebagai pengatur letak dan posisi dari kloroplas. Yaitu, dengan cara membantu kloroplas untuk berpindah ke bagian tau tempat yang menerima paparan sinar matahari dalam jumlah yang banyak. Sehingga proses fotosintesis akan terjadi dengan maksimal.

Sitoplasma ini terdiri dari tiga bagian, yaitu sitosol, organel-organel sel serta inklusi sitoplasma. Berikut penjelasan dari ketiga bagian itu :

Sitosol

Bagian sitoplasma satu ini bentuknya berupa cairan kental yang terdiri dari air, garam dan senyawa-senyawa organik. Komposisi terbesar penyusun dari sitosol ini adalah air, air ini berisi campuran benang sitoskleton atau mudahnya disebut kerangka sel. Di sini juga terdapat suatu campuran yang merupakan campuran dari senyawa organik dan anorganik.

Fungsi dari sitosol ini adalah sebagai sumber bahan makanan yang ditujukan bagi sel dan bagian (organel) sel. di sitosol ini juga tempat terjadinya proses metabolism, contohnya sintesis protein dan asam lemak.

Organel-Organel Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan - organel sel tumbuhan

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, salah satu bagian sel satu ini, yaitu sitoplasma  terdiri dari banyak sekali organel sel. Organel-organel ini masing-masing memiliki karakteristik, fungsi dan bentuk yang bermacam-macam dan berbeda-beda. Jumlah sel yang dimiliki oleh sitoplasma ini lebih banyak daripada jumlah sel yang terkandung di dalam nukleus.

Fungsi dari organel-organel sel ini secara umum adalah sebagai bagian yang membantu dalam seluruh aktivitas sel. Dan jika ada satu organel yang tidak bisa berfungsi, maka sel itu tidak bisa beraktivitas dan bekerja dengan baik.

Organel-organel sitoplasma sel tumbuhan memiliki jumlah yang banyak, yaitu terdiri dari

  • Ribosom
  • Lisosom
  • Retikulum endoplasm
  • Mitokondria
  • Badan golgi
  • Kloroplas
  • Vakuola
  • Mikrotubulus
  • Mikrofilamen
  • Peroksisom

Dan berikut ini kami tuliskan mengenai penjelasan dari masing-masing organel itu.

Ribosom

Bagian organel sel tumbuhan yang satu ini terdiri dari protein dan asam ribonukleat atau RNA. Komposisi dari masing-masing adalah protein sebanyak 40% dan sisanya 60% adalah RNA. Organel sel yang memiliki fungsi sebagai tempat di mana proses sintesis protein berlangsung ini memiliki bentuk bulat, dan memiliki partikel kecil dan besar.

Ribosom ini ada dua jenis, yaitu ribosom terikat dan ribosom bebas. Ribosom terikat biasanya adalah ribosom yang menempel pada Retikulum Endoplasma, ribosom jenis ini memiliki fungsi untuk men-sintesis protein-protein untuk kemudian disekresi keluar sel. Dan ribosom yang bebas memiliki fungsi untuk mensintesis protein untuk digunakan sel itu sendiri.

Lisosom

Bentuk dari organel yang satu ini adalah bulat, namun bukan bulat sempurna atau bisa disebut oval, dan dia dilapisi oelh sebuah membran. Lisosom mengandung sebuah enzim yang membuatnya mampu untuk mencerna protein, fosfolipid polisakarida, dan lipid.

Lisosom memiliki peran dalam proses pembentukan sel baru. Lisosom yang baru dibuat maka dia disebut dengan nama lisosom primer. Sedangkan lisosom yang sudah ikut membantu dalam pembentukan sel, maka disebut dengan nama lisosom sekunder.

Lisosom ini memeiliki fungsi sebagai bagaian yang menghasilkan enzim pencernaan seluler dan juga menyimpannya.

Retikulum Endoplasma

Bagian organel sel satu ini sering disaingkat namanya menjadi RE. RE adalah sebuah organel sel yang bentuknya berliku-liku, baik di dinding maupun bagian membrannya, sehingga terlihat mirip labirin.

Sama seperti RE pada sel hewan, RE di dalam sel tumbuhan ini juga dibagi menjadi dua, yaitu RE kasar dan RE halus. RE kasar yaitu RE yang bagian permukaannya ditempeli oleh ribosom. Dan RE halus adalah kebalikannya, bagian luarnya tidak ditempeli ribosom sama sekali.

Secara umum fungsi dari RE adalah sebagai berikut :

  • Sebagai alat yang membawa (transportasi) dari zat-zat yang terdapat di dalam sel itu sendiri
  • Sebagai bagian yang membentuk membran pada badan golgi
  • Sebagai bagian yang mentransportasikan materi-materi yang kemudian akan disekresikan
  • RE memiliki keterlibatan dalam proses pembentukan vakuola

Mitokondria

Bagian ini memiliki bentuk elips, jika dilihat sekilas mirip sosis. Mitokondria ini memiliki dua lapis membran, lapisan dalam dinamakan dengan krista dan bentuknya lekuk-lekuk. Sedangkan membran luarnya berfungsi membatasinya dengan sitoplasma.

Bagian organel sel tumbuhan satu ini memiliki fungsi sebagai bagian pusat respirasi seluler, di dalam mitokondria terdapat enzim yang memiliki peran sangat penting sebagai sumber energi pada tumbuhan. sehingga bagian ini akan menghasilkan banyak energi (ATP).

Fungsinya pada sel tumbuhan adalah sebagai bagian yang memproses oksigen dan zat gula untuk diubah menjadi karbondioksida.

Badan Golgi (Aparatus Golgi atau Diktiosom)

Bentuk dari badan golgi ini bisa dikatakan hampir mirip dengan bentuk dari RE, yaitu berbentuk kantung tipis yang berlapis-lapis. Yang membedakan diantara keduanya adalah pada badan golgi di bagian kantungnya terdapat kantung membran.

Fungsi dari badan golgi ini adalah sebagai alat sekeresi pada sel. Selain itu, saat proses enzim yang sudah tidak aktif diubah menjadi enzim yang aktif, apparatus golgi (nama lain dari badan golgi) memiliki fungsi sebagai tempat dimana protein sekunder dan zat-zat lain dari RE disimpan.

Kloroplas (Plastisida)

Bagian sel satu ini hanya bisa kita temui di sel tumbuhan saja. Bentuk dari kloroplas ini biasa bulat lonjong dan warnanya hijau. Namun, ada juga yang menemukan dan menyebutkan bahwa kloroplas ini memiliki bentuk yang mirip kacang hijau, da nada juga yang menyebutkan kloroplas ini memiliki bentuk pipih atau bulat seperti bentuk telur.

Kloroplas ini memiliki dua buah membran, sama seperti Mitokondria, biasanya disebut dengan sebutan membran dalam dan membran luar. Di bagian membran dalam, terdapat stroma dan tilakoid. Stroma adalah cairan yang berada di dalam rongga kloroplas dan memenuhinya. Dan tilakoid adalah bagian di dalam klorplas yang terbentuk dari semacam kantung-kantung kecil yang susunannya bertumpuk-tumpuk secara vertikal.

Vakuola (Rongga Sel Tumbuhan)

Bagian organel ini adalah organel terbesar yang terdapat dalam sel tumbuhan. Bentuknya seperti karung, yang did alamnya terisi cairan yang mengandung senyawa organik dan anorganik. Dan di vakuola ini ada semacam membran yang melapisinya, yang dinamakan Tonoplas.

Vakuola ini berfungsi sebagai bagian yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam zat makanan, seperti zat gula dan protein. Selain itu, vakuola juga memiliki fungsi sebagai pengatur tekanan di dalam sel, melakukan isoplasi terhadap zat-zat sisa dari metabolism sel dan membuat nilai PH tetap stabil.

Mikrotubulus

Fungsi dari mikrotubulus adalah untuk media yang mentransportasikan zat, dan juga menjaga supaya tekanan di dalam sel tetap stabil. Fungsi lainnya adalah untuk membantu proses replikasi kromosom.

Mikrotubulus memiliki bentuk tabung panjang dan tidak memiliki cabang. Mikrotubulus ini tersusun dari molekul-molukul protein yang susunannya melingkar seperti bentuk pegas, sehingga menghasilkan bentuk seperti tabung panjang yang memiliki rongga di tengahnya. Mikrotubulus ini sifatnya kaku, sehingga bentuknya tidak berybah-ubah.

Mikrofilamen

Bentuknya adalah menyerupai tabung panjang yang padat. Bentuknya hampir mirip dengan mikrotubulus, namun mikrofilamen lebih lembut dari segi teksturnya. Penyusun miktofilamen adalah protein aktin dan myosin yang membentuk semacam benang-benang. Mikrofilamen ini biasanya ditemui terletak di dekat membran sel.

Fungsi utamnaya adalah sebagai bagian yang mempertahankanbentuk sel supaya tidak berubah-ubah.

Peroksisom (Badan Mikro)

Bagian ini memiliki kandungan enzim yang lumayan banyak. Setidaknya terdapat 40 macam enzim di peroksisom ini. Enzim-enzim ini dilapisi oleh sebuah membran yang bernama membran lipid ganda.

Ukuran dari peroksisom ini kecil dan dan dilapisi oleh membran tunggal. Bisanya badan mikro (nama lain periksisom) ini melakukan interaksi dengan RE.

Fungsi dari badan mikro adalah sebagai bagian yang bertugas menguraikan hidrogen melalui sebuah proses fotorepirasi. Selain itu, peroksisom juga memiliki kemampuan untuk mengubah racun menjadi air, dan bisa juga memproses asam lemak untuk diubah menjadi zat gula.

Inklusi Sitoplasma

Ini adalah zat-zat yang memiliki ukuran yang kecil yang terdapat di dalam sitoplasma. Zat ini tidak bisa larut di dalam sitoplasma. Zat inklusi ini di dalam tumbuhan terdapat banyak macamnya, seperti kalsium okslata, silicon dioksida dan granula.

Fungsi dari bagian ini sangat banyak, sesuai jenis dan karekter dari zat inklusi itu sendiri. Contohnya pada granula, zat ini memiliki fungsi untuk menyimpan amilium, polihidroksibutirat dan glikogen. Ada juga butiran lipid yang fungsinya untuk tempat menyimpan cadangan makanan bagai sel tumbuhan.

Membran Sel atau Dinding Sel

Dinding sel adalah bagian yang terletak paling luar dalam susunan sel tumbuhan. Pada bagian ini tersusun dari fosfolipid dan protein. Sehingga sifat dari membran sel adalah selektif permeable, yang artinya adalah membran sel ini cuma bisa dilewati oleh zat dan ion tertentu saja. Beberapa zat yang bisa lewat diantaranya adlah asam amino, glukosa dan gliserol.

Dinding sel ini berfungsi untuk membatasi bagian dalam sel dari lingkungan luar dan juga berfungsi sebagai pelindung bagai bagian dalam sel. Selain itu, dengan sifatnya yang selektif permeabel tadi, menjadikan membran sel juga berfungsi untuk mengatur masuk dan keluarnya zat atau ion dari dalam dan keluar sel, sehingga zat-zat yang berbahaya tidak akan dapat masuk ke dalam sel.

Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Secara garis besar diantara kedua jenis sel ini tidak banyak perbedaan. Untuk lebih jelasnya berikut kami sajikan tabel perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.

Tabel perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan

 

*******

Itulah tadi pembahasan kali ini tentang sel tumbuhan. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah berkunjung. Sekian. Salam.

Tinggalkan komentar