Sayyidul Istighfar : Bacaan Arab, Latin, Arti dan Keutamaan Istighfar

Kita sebagai manusia biasa tentu tidak akan pernah luput dari kesalahan dan dosa. Untuk itu kita harus selalu ingat untuk beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT. Dan ada salah satu istighfar yang disebut sebagai rajanya istighfar, yaitu Sayyidul Istighfar.

Doa untuk memohon ampun ini tertera di dalam hadist Rasulullah SAW. Banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapat jika kita bisa istiqomah untuk selalu beristighfar.

Pengertian Sayyidul Istighfar

Pengertian Sayyidul Istighfar
sumber : tunasilmu.com

Kata sayyid memiliki arti tuan. Sehingga arti dari sayyidul istighfar adalah tuannya istighfar, atau bisa disebut rajanya para istighfar. Istighfar ini juga sering disebut sebagai ummul istighfar, ibunya para istighfar.

Penamaan ini tentu saja bukan tanpa sebab. Karena lafadz-lafadz yang terkandung di dalamnya memang sangat indah dan dalam maknanya, sebagai doa permohonan maaf kepada tuhan semesta alam, Allah SWT.

Bacaan Sayyidul Istighfar

Inilah bacaan Sayyidul Istighfar dalam tulisan arab.

Tulisan Arab sayyidul istighfar
sumber : telaahsantri.blogspot.com

Translitersi latinnya sebagai berikut :

“Allhumma anta rabbi, laa ilaha illa anta, kholaqtani, wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika, wa wa’dika mas-tatho’tu, a’udzubika min syarri maa sona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alaiya, wa abuu-u bidzanbi, faghfirlii, fainnahuu laa yaghfirudzunuuba illaa anta”.

Artinya :

“Duhai Allah, Engkaulah tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak aku sembah selain hanya Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku berada diatas ikatan janji-Mu, dan aku menjalankannya semampuku, aku berlindung kepadaMu dari seluruh kejelekan yang pernah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas seluruh nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, dan akau mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu untuk mengampuni dosa keculai Engkau”.

Dalil Untuk Beristighfar

Dalil tentang anjuran beristighfar
sumber : arah.com

Secara umum dzikir/amalan istighfar ini banyak disinggung dalam Al-Quran dan hadist. Beberapa diantaranya :

Dari Al-Quran

  • Q.S. Al-Baqarah : 199

Dalil anjuran beristighfar Al-Baqarah 199

  • Q.S. Hud : 3

Dalil anjuran beristighfar dalam surat Hud ayat 3

  • Q.S Ali Imron : 16

Dalil anjuran beristighfar Q.S. Ali Imron 16

  • Q.S. Ali Imron : 135

Dalil beristighfar Q.S Ali Imron 135

  • Q.S An-Nisa : 110

Dalil beristighfar Q.S. An-Nisa 110

  • Q.S. Az-Zumar : 53

Dalil anjuran beristighfar Q.S. Az Zumar 53

Dari Hadist

 

Keutamaan Sayyidul Istighfar

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Syaddad bin Aus,

Hadist tentang sayyidul istighfar

“Dari Nabi SAW, sayyidul istighfar adalah engkau mengucapkan, Allhumma anta rabbi….(sampai selesai). Barangsiapa yang membacanya di waktu pagi dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni Surga. dan barang siapa yang mengucapkannya di waktu petang dengan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni surga”. Hadist ini diriwayatkan oleh Bukhori, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan lain-lain.

Teladan Dari Rasulullah

Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya contoh bagi kita dalam beristighfar. Kita semua tentu sudah tahu bahwa beliau adalah orang yang tidak pernah berbuat dosa. Namun, walau tidak pernah berbuat dosa, baginda Nabi tetap rutin berisitghfar. Seperti yang disebutkan oleh hadist-hadist berikut :

Hadist tentang bagaiman Rasulullah beristighfar Hadist tentang bagaiman Rasulullah beristighfar Hadist tentang bagaiman Rasulullah beristighfar

Fadhilah Sayyidul Istighfar

Fadhilah Sayyidul Istighfar
sumber : bimbinganislam.com

Secara khusus fadhilah sayyidul istighfar sudah tertulis di atas. Berikut kami tuliskan beberapa fadhilah istighfar secara umum.

Menolak Bala

Disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Alfal ayat 33, Allah SWT berfirman yang artinya “Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun”.

Ditambah Kekuatan

Dari Al-Quran surat Hud ayat 52, Allah berfirman, “Dan (dia berkata) : Hai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambah kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.

Mendatangkan Rahmat Allah

Allah befirman dalam surat An Naml ayat 46, yang artunya “Hendaklah kamu meminta ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

Kenikmatan yang Tiada Putus

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Hud ayat 33, yang artinya “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”.

Dimudahkan Segala Urusan

Ada sebuah riwayat hadis, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang membiasakan diri beristighfar, maka Allah akan memberikan jalan kluar baginya dari setipa kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”(H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Lapang Rezekinya

Allah berfirman  “Maka aku katakana kepda mereka “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun , niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan akan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mngadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula unutkmu) sungai-sungai”.(Q.S. Nuh 10-12).

Dan Baginda Nabi SAW bersabda ”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya.” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah). Dengan bersitighfar maka dosa-dosa kita akan diampuni dan rezeki kita tidak tertahan lagi.

Mendapat Balasan Surga

“Dan (juga) orang-orang yang, apa­bila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun ter­hadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat menghapuskan dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak menerus­kan perbuatan kejinya itu, sedang me­reka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga, yang di dalamnya mengalir su­ngai-sungai, sedang mereka kekal di da­lamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” Q.S. Ali Imron 135-136.

Kisah Keutamaan Istighfar

Kisah Imam Ahmad dan penjual roti
sumber : satuotak.net

Inilah kisah istighfar yang dialami dan diceritakan oleh Imam Ahmad bin Hambal, atau dikenal juga dengan nama Imam Hambali.

Suatu waktu, beliau, Imam Ahmad merasa ingin sekali mengunjungi salah satu kota di Irak. Padahal beliau tidak ada janji dan tidak ada hajat untuk mengunjungi kota itu. Akhirnya beliau pergi sendiri ke kota yang dituju, yaitu Basrah.

Beliau tiba di kota Basrah bertepatan dengan waktu shalat Isya’, dan beliaupun ikut shalat berjamaah di masjid. Hati beliaupun kemudian merasa tenang.

Setelah selesai shalat beliau merasa ingin istirahat. Dan beliau pun bersiap-siap untuk tidur di masjid itu. Namun tiba-tiba, datang marbot, dan bertanya kepada Imam Ahmad “Ya Syaikh, mau apa di sini?”.

(kata syeikh bisa digunakan untuk 3 panggilan berbeda, bisa untuk memanggil orang tua, orang kaya, dan orang beilmu. Dan dalam kisah ini, panggilan syaikh yang diucapkan marbot, memiliki maksud memanggil orang tua).

Hal itu terjadi, karena sang marbot tidak tahu Imam Ahmad, dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. Sebenarnya nama Imam Ahmad sangat terkenal di seluruh penjuru Irak. Namun waktu itu belum seperti jaman sekarang, dimana foto-foto mudah tersebar dengan adanya internet.

Dan tentu saja sang marbot itu tahu nama Imam Ahmad, namun karena belum pernah melihat wajahnya maka kejadian itupun terjadi.

Setelah ditanya demikian, Imam Ahmad pun menjawab “saya ingin beristirahat di sini, saya musafir”.

Namun, sang marbot tidak memperbolehkan “tidak boleh, masjid bukan tempat untuk tidur”.

Imam Ahmadpun keluar dari masjid. Setelah keluar, pintu masjidpun dikunci oleh marbot.

Lalu Imam Ahmad ingin beristirahat dan tidur di teras masjid. Ketika sudah berbaring di teras masjid, Marbotnya datang lagi dan marah-marah kepada Imam Ahmad.

“Anda mau ngapain lagi, Ya Syaikh?” kata Marbot.

“Saya mau tidur di teras ini, saya musafir” kata Imam Ahmad.

“Di dalam masjid tidak boleh tidur Syaikh, di teras masjid juga tidak boleh” kata marbot. Dan Imam Ahmad bercerita, “saya didorong-dorong sampai jalan”.

Kebetulan disamping masjid itu ada rumah penjual roti, yang sekaligus sebagai tempat membuat roti. Saat Imam Ahmad sedang didorong-dorong oleh marbot, sang penjual roti ini sedang membuat adonan, dan tentu saja melihat kejadian itu.

Ketika Imam Ahmad sampai di jalan, penjual roti itu memanggil beliau “mari syaikh(pak), Anda boleh menginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil”. Dan Imam Ahmad pun mengiyakan. “Baik” jawab Imam Ahmad.

Dan Imam Ahmad pun masuk ke dalam rumah penjual roti itu. Beliau duduk di belakang penjual roti yang sedang membuat roti itu. Imam Ahmad belum memperkenalkan dirinya, dan penjual rotipun belum tahu jika yang berada di rumahnya adalah seorang ulama besar, Imam Ahmad bin Hambal.

Penjual roti ini memiliki kebiasaan yang khas, jika Imam Ahmad mengajaknya berbicara, maka di menjawabnya. Namun, kalu tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah”.

Penjual roti itu mendawamkan istighfar disetiap kegiatannya membuat roti itu. Saat memberi garam, dia beristighfar, astaghfirullah. Saat memecah telur, beristighfar, astaghfirullah. Saat mencampur gandum, bersitighfar, astaghfirullah. Sebuah kebiasaan yang mulia.

Dan beliau, Imam Ahmad bin Hambal pun memperhatikan penjual roti it uterus.

Kemudian beliau bertanya “sudah berapa lama kamu lakukan ini? (beristighfar)”.

“Sudah lama sekali Syaikh, saya berjualan roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan”, jawab sang penjual roti.

“Apa hasil dar perbuatanmu itu?”, Imam Ahmad bertanya lagi.

Penjual roti pun menjawab, “tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta, langsung diwujudkan.”

Ini sesuai dengan sabda Baginda Nabi. Nabi Shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda “siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya”.

Lali penjual roti itu melanjutkan, “semua sudah dikabulkan Allah, kecuali satu, masih satu yang belum Allah beri”.

Imam Ahmad pun penasaran, lantas beliau bertanya “apa itu?”

“saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad”.

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir “Allahu Akkbar”. Kemudian beliau melanjutkan “Allah telah mendatangkan saya jauh dari Baghdad ke Basrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid, ternyata karena istighfarmu”.

Penjual roti itu pun terkejut, dia lantas memuji Allah, ternyata yang berada dihadapannya adalah sang ulama besar yang selalu ia mintakan kepada Allah untuk dipertemukan dengannya,Imam Ahmad bin Hambal.

Dia pun langsung memeluk dan mencium tangan Imam Ahmad.

*******

Itulah kisah kejaiban istighfar yang didawamkan dengan istiqomah. Semoga kita bisa mendapatkan pelajaran dari kisah di atas.

sebagai penutup kami sertakan video pembahasan Sayyidul Istighfar dari Ustadz Yusuf Mansur. silahkan ditonton dan diambil pelajarannya.

Dan itulah pembahasan kali ini mengenai istighfar pada umumnya dan Sayyidul Istighfar pada khususnya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan bisa mengistiqomahkan beristighfar dalam setiap suasana dan keadaan.

Terimakasih sudah berkunjung. Salam.

Tinggalkan komentar