Teman Masa Kecil : Permainan

Tulisan ini masih ada hubungan sama tulisan sebelum ini. Jika kamu belum membacanya, kamu bisa membacanya di sini.

Selain film-film kartun yang menemani hari-hari yang membahagiakan dimasa kecil. Segala macam permainan yang ada, juga merupakan sebuah cara menambah kebahagiaan masa kecil.

Permainan-permainan ini menjadi sebuah kegiatan yang bisa dilakukan setelah film-film kartun itu selesai tayang.

Banyak sekali permainan-permainan jaman kecil dulu, yang sekarang sangat jarang sekali saya lihat anak-anak kecil memainkannya. Mereka, anak kecil jaman sekarang itu, lebih memilih untuk bermain-main hanya dengan gadgetnya.

Atau ini karena mereka tidak menemukan lagi tempat-tempat lapang untuk bermain? Yang dulu sangat mudah ditemui, namun sekarang sebagian besar sudah dirubah menjadi bangunan-bangunan, entah itu rumah, toko ataupun yang lainya. Ah, entahlah.

Padahal, yang saya lihat sekarang, permainan-permainan yang saya mainkan dulu itu, bisa melatih tubuh untuk aktif bergerak. Bandingkan dengan anak jaman sekarang yang hanya terpaku di depan layar gadgetnya berjam-jam, tanpa tubuhnya aktif bergerak dan bersosialisasi dengan alam.

Apa saja permainan yang saya mainkan waktu kecil? Mari nostalgia.

Gundu/Kelereng

Gundu/Kelereng. via : malang.merdeka.com

Dalam bahasa yang saya gunakan waktu kecil, permainan ini disebut dir-diran. Dir dalam bahasa Indonesia artinya gundu. Jadi dir-diran adalah mainan gundu.

Ada dua tipe permainan gundu ini.

Lubang

Yang pertama adalah dengan membuat lubang yang tidak terlalu dalam di tanah. Lubang ini berfungsi sebagai semacam pengumpul poin.

Jadi, kamu harus memasukkan gundumu ke lubang untuk memperoleh poin. Selain itu, kamu bisa memperoleh poin dengan menabrakkan gundumu ke gundu lawanmu.

Setiap kamu memasukkan gundu ke lubang ataupun menabrakkan gundu ke gundu lawanmu poinmu bertambah satu. Jumlah poin yang harus dikumpulkan adalah 10. Setelah mendapatkan 10 poin. Kamu bisa mengeliminasi temanmu, dengan cara menabrakkan gundumu ke gundu lawanmu.

Tapi kamu harus hati-hati, jika poinmu sudah 10, dan gundumu masuk ke lubang, poinmu menjadi 1 lagi.

Untuk menentukan urutan main adalah dengan melemparkan gundu dari suatu tempat yang sudah di sepakati. Gundu yang lebih dekat ke lubang, dialah yang mulai duluan. Dan jika ada yang bisa langsung masuk ke luabang ketika melempar, maka dia langsung mendapatkan poin 10.

Kotak

Kamu harus membuat sebuah kotak persegi sebelum main.

Dan dalam permainan gundu jenis ini, kmau perlu modal gundu yang banyak. Karena setiap pemain harus menyerahkan sejumlah gundu yang sudah disepakati jumlahnya. Dan seluruh gundu dari parea pemain diletakkan di dalam kotak.

Cara mainnya, kamu harus berusaha mengeluarkan sebanyak mungkin gundu dari dalam kotak. Seberapa banyak gundu yang bisa kamu keluarkan, sebanyak itulah gundu yang kamu dapatkan.

Kamu hanya bisa mengeluarkan gundu dari dalam kotak, dengan menabrakkan gundumu yang harus berada di luar kotak. Jika gundumu masuk ke dalam kotak, maka kamu akan dapat hukuman.

Untuk menentukan urutan mainnya sama dengan yang tipe lubang, bedanya siapa yang lebih dekat ke kotak dia yang main duluan. Dan jika gundunya masuk ke kotak, maka dia akan mendapat hukuman.

Main Kelereng. via : zaamaviero.com

Layang-Layang

Main Layang-Layang. via : manis.pro

Ada banyak jenis layang-layang yang saya mainkan waktu itu. Dari banyak jenis itu bisa dikelompokkan menjadi dua aliran.

Aliran aduan dan bukan aduan.

Aduan

Layang-Layang Aduan. via : pictame.com

Untuk yang bermadzhab aduan, semakin bagus benang yang dipakai, dan biasanya semakin bagus semaikn mahal, peluang untuk mengalahkan lawan akan lebih besar.

Namun jika benangnya berada dilevel yang sama, maka teknik dan strategi tarikan dan uluran si pemainlah yang memiliki pengaruh besar memenangkan pertarungan.

Selain keseruan dari pemainnya mengadu layangan, keseruan lain muncul dari anak-anak lain yang bersiap untuk mengejar layang-layang yang kalah duel.

Di manapun lauyang-layang itu jatuh, mereka akan tetap berusaha untuk mendapatkannya, entah di pohon, sawah, bahkan genteng rumah orangpun bisa mereka panjat hanya untuk mendapatkan layang-layang itu.

Biasanya layang-layang yang digunakan untuk aduan adalah laying-layang standard berbentuk persegi empat, yang tentunya biasa kalian lihat itu.

Bukan Aduan/Hias

Nah, sedangkan layang-layang bukan aduan ini, karena berfungsi sebagai layang-layang hias, maka memiliki berbagai macam bentuk.

Dan yang paling popular di daerah saya adalah layang-layang yang kami sebut Bangkong. Sebuah layang-layang yang biasanya memiliki ukuran lebih besar dari layang-layang yang dipakai untuk aduan. Dan diberi buntut yang panjang, bahkan sangat panjang. Tapi sayangnya saya nggak nemu fotonya.

Uniknya, jika ada layang-layang seperti layang-layang aduan yang diberi buntut. Maka, layang-layang itu haram untuk diganggu oleh layang-layang aduan. Karena, buntut itu adalah symbol bahwa dia sedang tidak dalam mode mengadu layang-layangnya.

Petak Umpet

Petak Umpet. via : kopi-ireng.com

Permaian yang bisa meningkatkan ketahanan fisik dan konsentrasi. Bagaiman tidak? Saat kita main petak umpet kita akan terus berlari untuk bisa sampai k epos terlebih dahulu. Selain itu kita juga harus memikirkan strategi, di mana kita akan ngumpet dan kapan kita akan lari k epos untuk mendahului penjaga pos.

Petak umpet bisa dimainkan dengan jumlah pemain hanya tiga, jika dua saya kira terlalu sedikit, namun akan lebih seru jika pemainnya ada banyak. Banyak disini bukan maksudnya 20 atau 30 anak, tapi kalau jumlah idealnya saya kira antara 5 sampai 7 anak.

Biasanya sebelum permainan dimulai, para pemain akan membuat kesepakatan dulu mengenai batas-batas tempat ngumpetnya. Karena jika tidak dibatasi, tentu penjaga pos akan membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mencari pemain lain,

Eh, ngomong-ngomong kamu sudah paham cara mainnya kan?

Jika belum sini saya kasih tahu.

Tulisan di bawah ini saya ambil dari sini.

Satu orang pemain yang kalah akan menutup matanya pada salah satu tempat yang dianggap sebagai benteng, sementara yang lain mencari tempat untuk bersembunyi. Setelah menghitung sampai jumlah tertentu, maka mulailah pemain yang menutup mata tersebut mencari tiap orang yang bersembunyi.

Bila telah menemukan orang yang bersembunyi, pencari ini harus cepat-cepat berlari ke benteng sambil menyebut nama orang yang ketahuan persembunyiannya. Begitu juga dengan anak yang ketahuan, karena bila berhasil lebih dulu menyentuh benteng, maka pada tahap selanjutnya dia tidak akan jaga. Anak lain yang bersembunyi dapat pula menyentuh benteng agar tidak jaga pada tahap selanjutnya, asalkan tidak ketahuan dengan pencari.

Setelah semua telah ketahuan persembunyiannya, maka pencari akan menutup matanya kembali pada benteng dan anak-anak lain membentuk barisan di belakangnya. Pencari akan menyebut salah satu nomor. Anak yang ada di urutan nomor yang disebut akan menjadi pihak yang kalah bila tadi dia tidak berhasil lebih dulu mencapai benteng. Sedangkan bila anak pada urutan yang disebut ternyata adalah anak yang berhasil mencapai benteng lebih dulu pada saat ketahuan tempat persembunyiannya, maka si pencari tetap dalam posisi kalah dan permainan dilanjutkan.

Sumber : https://mainantradisionalindonesia.wordpress.com/2013/09/16/permainan-petak-umpet/

Sebagai tambahan, ini ada artikel yang membahas manfaat bermain petak umpet, silahkan langsung ke sini.

Itulah beberapa permainan yang saya mainkan dulu saat kecil. Dan karena menuliskannya saat ini, saya jadi pingin main itu lagi. Kamu mau ikut? Ayo.

Tinggalkan komentar