Mudahnya Menulis Artikel 1000 Kata

Artikel ini saya buat setelah menulis 6 artikel dengan panjang 1000 kata. Sebenarnya judul di atas belum waktunya saya tuilis saat ini. Saat nulis 6 artikel itu saya saja masih merasa kesulitan. Kok mau nulis tentang mudahnya menulis artikel.

Mungkin beberapa bulan lagi saya akan menulis seperti apa yang dijudul. Mohon doanya semoga semuanya lancar.

Jadi, jika kamu membaca ini dan berharap bisa mendapat pencerahan soal menulis, maka kamu sedikit kesasar. Ya hanya sedikit kesasarnya. Karena saya saat ini akan menulis apa saja yang saya rasakan saat nulis 6 artikel itu. Saya harap kamu bisa mengambil pelajaran dari apa yang saya rasakan. Jadi terus lanjutkan bacanya, ya.

Mungkin kira-kira judul yang pas untuk tulisan kali ini adalah “Pengalaman Newbie Menulis Artikel 1000 Kata : Dari Newbie Untuk Newbie, Pembelajaran”.

Enam artikel sebelum ini merupakan pertama kalinya saya nulis sendiri dengan panjang 1000 kata. Ada banyak sekali pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan ketika melalui proses itu. Ya, namanya juga proses, tentunya ada gronjalan-gronjalan. Apa saja itu?

Tema

pexels.com

Saat menulis, hal pertama yang harus diputuskan adalah menentukan tema. Tema apapun yang akan diambil ini akan menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Waktu saya nulis kemarin, beberapa kali saya bingung menentukan temanya. Padahal tugasnya mudah. Hanya menulis pengalaman. Tapi, entah kenapa saya merasa sedikit kesulitan.

Dan pengalaman kemarin, saya menemukan tema-tema itu justru dari hal-hal yang sederhana. Dari hal-hal yang dekat dengan hidup sehari-hari. Jika kamu akan nulis, dan itu buakn tentang pengalaman, usahakan setidaknya kamu sudah merasa dekat dengan apa yang akan kamu tulis, kamu sudah paham akan apa yang kamu tulis. Jika belum, kamu bisa baca-baca dulu yang berhubungan dengan apa yang kamu tulis nanti.

Nah, dalam menentukan tema, usahakan sespesifik mungkin. Semakin spesifik, semakin mudah jalanmu untuk menulis artikelmu dengan mudah. Dengan menentukan tema yang spesifik, isi tulisanmu tidak akan melebar. Dan akan tajam menjelaskan sesuai tema.

Judul

writtent.com

Judul ini merupakan pengembangan dari tema spesifik yang sudah ditentukan tadi. Dan judul ini sudah mengarah secara jelas tentang isi artikel yang akan dibuat. Dalam penulisan judul, harus dibuat semenarik mungkin. Tapi, jangan sampai terlalu panjang judulnya. Secukupnya saja.

Dalam menulis judul inin yang saya masih perlu berlajar. Lihat saja artikel-artikel saya sebelumnya. Hampir semuanya bukan termasuk judul yang baik. Bahkan hampir semuanya bisa masuk kekategori judul yang buruk.

Termasuk juga judul dari tulisan ini, tidak menyambung sama sekali dengan isi tulisannya, dan lebay.

Rancangan

pexels.com

Setelah tema dan judulnya kamu tentukan, sekarang giliran kamu untuk menulis rancangannya. Di sini kamu tuliskan poin-poin apa saja yang mau kamu tulis.

Saran saya kamu harus menuliskan rancangannya. Karena, jika tidak maka kamu akan kesulitan untuk mengembangkan tulisanmu. Mungkin kamu berpikir kamu nggak butuh rancangan, karena kamu sudah tahu apa yang akan kamu tulis, dan kamu sudah memikirkannya. Maka kamu kurang tepat.

Pelajaran yang saya dapat kemarin, menulis rancangan akan sangat membantu dalam mewujudkan selesainya penulisan artikel. Dengan adanya rancangan, kita tinggal ngikut saja apa yang sudah ditulis di rancangan.

Dan ini akan menghemat waktu saat penulisan. Mungkin kelihatannya waktunya akan sama saja. Toh, saat menulis artikel kita secara tidak langsung nulis rancangannya? Mungkin begitu pertanyaanmu. Pertanyaan yang sama yang saya pikirkan waktu diberi tahu tantang ini.

Ternyata memang berbeda antara menulis dengan rancangan atau tanpa rancangan, dan saya sudah mencoba kedua-duanya. Ketika saya nulis dan sudah ada rancangannya, proses menulisnya menjadi lebih cepat dan saya merasa lebih nyaman. Bahkan kurang dari dua jam saya sudah selesai menulis.

Saat tidak memakai rancangan, saya merasa bingung ketika sampai di tengah penulisan. Ide-ide yang tadi muncul mendadak hilang. Jadi, waktu yang dibutuhkan lebih lama, karena harus mikir lagi, bahkan ada beberapa calon artikel saya yang belum selesai sampai saat ini, karena tidak adanya rancangan yang jelas saat akan mulai menulisnya.

Menulis

StockSnap.io

Menulis itu memang susah. Bagi yang belum terbiasa, kegiatan ini akan membuat pusing dan bingung. Ini sebenarnya karena belum terbiasa saja. Tapi lihatlah mereka yang sekarang sudah mahir menulis, saya yakin dulu mereka juga melewati fase ini, fase penulis pemula, fase kesulitan menulis.

Fase di mana kamu akan bingung untuk memulai artikelmu. Fase di mana kamu bingung milih kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan apa yang ada di otakmu. Fase dimana kamu menulis 5 kata, tapi kemudian menghapus 7 kata. Hadapi dan nikmatilah. Dan percayalah, suatu saat nanti kamu akan menjadi penulis mahir itu.

Yang saya alami, dan mungkin kamu juga, sebenarnya ide itu sudah ada di otak. Namun, entah kenapa sepertinya susah sekali menuliskannya. Hal ini tentu kembali lagi ke paragraf di atas lagi, kebiasaan menulis. Satu-satunya solusi adalah tetap dan terus konsisten  dalam menulis, sampai jadi sebuah kebiasaan. Dan sampai kita merasa nyaman menulis, dengan gaya kita sendiri.

Saya pernah baca, untuk menjadi seorang yang ahli, kita harus sudah melakukannya selama 10000 jam. Jadi, mari nikmati perjalanan untuk menjadi seorang ahli itu.

Ejaan Yang Disempurnakan/Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Sekarang istilah itu secara resmi sudah berganti nama, menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, dan disingkat menjadi PUEBI.

EYD atu PUEBI adalah pedoman bagi kita untuk membuat tulisan yang baik dan benar, secara ejaan. Menurut saya tulisan yang enak dibaca itu haruslah yang sesuai dengan PUEBI. Banyak di luaran sana yang bisa membuat tulisan yang enak dibaca, tapi mereka kurang mematuhi kaidah-kaidah yang seharusnya.

Dan kita, sebagai pemula, harus membiasakan dari sekarang untuk menulis sesuai PUEBI. Sehingga nanati setelah level kita naik menjadi penulis mahir, tidak ada lagi kesalahan-kesalahan dari segi penulisan.

Kesalahan-kesalahan yang masih sering saya lakukan, antara lain :

Kapital : sering kelewat saat menulis, dan kelewat juga saat proses penyuntingan.

Di : masih seringbingung membedakan mana yang dipisah mana yang tidak.

Ke : sama seperti di atas, sering bingung kata itu dipisah atau digandeng.

Tanda baca : ini yang paling sering terjadi. Bagaimana menempatkan titik, koma, petik, tanda tanya, tanda seru, titik dua dan tanda-tanda lain sesuai yang seharusnya.

Banyak sekali yang masih harus saya perbaiki dari segi penulisan, di artikel ini saja banyak sekali kesalahannya. Dan tentu saja, juga di artikel-artikel sebelum ini.

Jika kamu ingin memperbaiki kemampuan menulis sehingga sesuai PUEBI, kamu bisa mengunduh file pdf PUEBI langsung dari website kemdikbud.

Itulah beberapa hal yang bisa saya tuliskan saat ini mengenai pengalaman menulis artikel. Saya tahu penulisan artikel inipun masih banyak sekali kesalahannya. Dan tidak sesuai antara judul dan isinya. Untuk itu saya akan terus belajar untuk memperbaiki kemampuan menulis saya. Dan saya juga mengajak kamu untuk sama-sama belajar.

Semoga tuilisan ini bermanfaat.

Sekian. Terima kasih.

Tinggalkan komentar