Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup di bumi ini banyak sekali jumlah dan jenisnya. Secara garis besar ada manusia, hewan dan tumbuhan. Dan banyaknya jenis-jenis ini dikelompokan atau dibuat klasifikasinya oleh manusia. Nah, inilah yang disebut dengan klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi ini mencakup hewan dan tumbuhan. Pada dasarnya manusia sudah mengelempokkan hewan dan manusia ini secara sederhana. Seperti mengelompokan hewan ke dalam beberapa kelompok, seperti hewan berkaki, dua, berkaki empat, pemakan daging, pemakan daun dan lain sebagainya. Dan juga mengelempokkan tumbuhan, menjadi tumbuhan pangan, hama, obat, hias dan lain-lain.

Nah, yang akan kita bahas adalah klasifikasi makhluk hidup dalam bidang biologi. Oke, tanpa basa-basi lama-lama, simak penjelasannya berikut ini.

Definis Klasifikasi Makhluk Hidup

Kalsifikasi makhluk hidupa adalah sebuah cara yang digunakan manusia untuk mengelompokkan berbagai makhluk hidup dengan berdasar pada persamaan ciri-ciri yang dimiliki makhluk hiduo itu. Dengan pengelompokan ini , jenis-jenis dan ragam makhluk hidup yang jumlahnya sangat banyak dan beragam ini akan dikelompokkan menjadi bebrapa kelompok-kelompok kecil.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengkalsifikasian makhluk hidup ini tentunya memiliki beberapa maksud dan tujuan, dan bebrapa diantaranya adalah di bawah ini :

  • Membuat Sederhana Obyek Studi
    Dengan jumlah makhluk yang ada di bumi ini sangat banyak, akan butuh waktu yang sangat lama bagi kita untuk mempelajarinya. Sehingga, dibutuhkan pengelompokan secara ilmiah supaya obyek studinya jadi lebih sederhana. Dengan klasifikasi ini akan membantu kita dalam mempelajari makhluk hidup dan mempelajarinya karena sudah dikelompokan menjadi kelompok-kelompok kecil.
  • Memberi Nama Makhluk Hidup (Yang Belum Ada Namanya)
    Dengan semakin berjalannya waktu, penemuan-penemuan baru akan terus ditemukan. Penemuan-penemuan spesies baru ini tentunya belum memiliki nama. Dengan adanya klasifikasi ini, melalui ciri-ciri dari spesies baru tadi, maka bisa diberikan nama ilmiah seseuai ciri-cirinya tadi.Penamaan ini memiliki beberapa kaidah atau aturan yang harus dipatuhi, yaitu sebagai berikut :
    – menggunakan bahasa latin
    – terdiri dari dua kata, kata pertama adalah genus dan kedua adalah nama speciesnya
    – penulisan nama ilmiah menggunakan huruf yang miring(italic) atau jika menggunakan huruf tegak maka harus diberi garis bawah
    – huruf pertama pada nama genus diharuskan menggunakan huruf kapital, dan nama dari species seluruhnya dilarang menggunakan huruf kapital
  • Mengetahui Hubungan Antar-Spesies
    Karena sudah dikelompokan berdasar ciri-cirinya, dengan melihat tingkat takson dari masing-masing makhluk hidup akan membuat kita mengetahui kekerabatan dari beberapa makhluk hidup.
  • Membedakan Antar Makhluk Hidup
    Lagi-lagi, dengan ciri-ciri yang sudah dikelompokan, kita bisa membedakan satu makhluk dengan makhluk hidup yang lain. Contohnya adanya hewan kera dan monyet, memang sekilas Nampak sama, tapi diantara keduanya punya nama ilmiah yang berbeda karena adanya perbedaan ciri-ciri dari masing-masing hewan itu.
  • Mempermudah Saat Belajar Tentang Makhluk Hidup
    Ini poin dimana poin-poin sebelumnya masuk semua ke poin ini. Jadi intinya kita akan lebih mudah dalam mempelajari tentang makhluk hidup.

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tingkatan klasifikasi makhluk hidup

Pengklasifikasian makhluk hidup ini terbagi menjadi tujuh tingkatan. Pembagian tingkatan ini pertama kali dilakukan oleh seorang ahli bernama Linneaus. Tingkatan takson ini diawali dengan tingkat yang paling tinggi atau paling umum sampai yang paling spesifik. Berikut tujuh tingakatan itu :

  • Kingdom (Regnum)
    Tingkatan ini adalah tingkatan yang tertinggi. Pembagiannya, semua hewan akan masuk kingdom Animalia, sedangkan tumbuhan masuk ke kingdom Plantae.
  • Filum atau Divisio (Keluarga Besar)
    Setelah masuk dalam pengelompokan kingdom, kemudian akan masuk ke pengelompokan di bawahnya, yaitu pengelompokan keluarga besar. Jika hewan maka kelompok Filum dan jika tumbuhan maka kelompok Divisio. Ciri-ciri yang ada pada kingdom, kemudian akan dicari ciri-ciri umumnya, dan menjadi pengelompokan secara keluarga besar ini (Filum atau Divisio).
  • Kelas
    Tingkatan yang berada di bawah Filum/Divisio adalah kelas. Jika ada tumbuhan atau hewan yang ada pada filum dan diviso memiliki ciri yang sama maka kemudian akan dikelompokan/dimasukan ke dalam satu kelas.
    Di tumbuhan akan ada dua kelas, yaitu tumbuhan yang bijinya berkeping satu dan tumbuhan yang bijinya memiliki keping dua.
  • Ordo
    Tingkatan di bawah kelas adalah ordo. Ciri umum ordo jika pada tumbuhan maka namanya biasanya akan berakhiran dengan -ales. Sedangkan pada hewan tidak ada ciri khusus seperti ini.
  • Famili atau Keluarga
    Tingkatan yang berada di bawah ordo ini diambil dari suatu kelompok dalam pengelompokan ordo yang punya beberapa kesaman dan berkerabat. Pada hewan , nama family ini akan berakhiran dengan -idea, seperti Falidae (keluarga kucing) dan Canidae(keluarga anjing). Bila pada tumbuhan, maka nama family akan berakhiran dengan -aceae, contohnya Rosaceae(keluarga mawar) dan Solanaceae(keluarga kentang).
  • Genus
    Nama genus dari makhluk hidup bisa diambil dari berbagai kata, seperti misal diambil dari zat kandungannya, dari nama hewan dan sebagainya. Penulisan nama genus ini menggunakan huruf capital di awalnya, dan menggunakan huruf miring, bisa juga dengan huruf tegak tapi harus diberi garis bawah.
  • Species (Jenis)
    Ini adalah tingkatan terakhir dari 7 tingkatan pengklasifikasian ini. Spesies adalah makhluk hidup yang melakukan reproduksi (perkawinan) dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertile. Penulisan dari nama species ini biasanya bersamaan dengan nama genusnya. Dua kata yang biasa kita temui dalam penamaan ilmiah menunjukan nama genus dan juga nama speciesnya. Kata pertama adalah nama genus dan kata kedua adalah nama speciesnya.

Dasar-Dasar Melakukan Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup ada beberapa kriteria yang menjadi dasarnya, yaitu sebagai berikut :

  • Kesamaan Ciri
    Ini adalah dasar pertama dalam pengklasifikasian makhluk hidup. Burung elang dan ayam akan masuk kedalam jenis aves. Karena kedua hewan itu memiliki kesamaan ciri yaitu berbulu, punya sayap dan paruh.
  • Manfaat
    Dari banyaknya jenis makhluk hidup tentunya punya manfaat masing-masing, sehingga bisa dikelompokan berdasar manfaatnya ini.
  • Ciri Morfologi dan Anatomi
    Yang pertama dilihat adalah dari bentuk makhluk hidup itu. Sebagai contoh saat mengklasifikasi tumbuhan, maka berdasar morfologi bisa didapat jenis tumbuhan berdasar dari bentuk pohonnya, bentuk bunganya, bentuk daunnya dan lain sebagainya. Kemudian setelah dapat dibagi berdasar morfologi, kita amati dari anatominya, seperti apakah ada kambiumnya, sel trakeanya dan lain sebagainya. Dari sekian banyak mahkluk hidup aka nada yang memiliki struktur morfologi yang sama namun anatominya berbeda. Dan bisa juga sebaliknya.
  • Perbedaan
    Walau beberapa hewan masuk ke dalam jenis yang sama, bisa jadi mereka memiliki perbedaan. Contohnya kembali pada elang dan ayam, meskipun keduanya masuk kedalam jenis aves, namun keduanya memiliki perbedaan dari makanannya. Elang masuk ke karnivora, sedangkan ayam adalah hewan herbivora.
  • Ciri biokimia
    Ciri ini membandingkan antara satu makhluk dan lainnya berdasarkan pada unsur-unsur biokimia yang ada apadanya, seperti jenis protein, enzim-enzim dan DNA yang dimiliki masing-masing makhluk. Ciri biokimia ini akan memberikan kemudahan untuk lebih mengertahui hubungan kerabat dari beberapa mahkluk hidup.

Sistem Klasfikasi

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem klasifikasi makhluk hidup yang dikenal di dunia ini ada bermacam-macam, yaitu :

  • Sistem klasifikasi Pra-Linnaeus
    pada masa ini mahkluk hidup dibagi berdasar ciri-ciri morfologisnya saja. Pada masa ini, seorang berkebangsaan Yunani bernama Aristoteles, yang merupakan seorang ahli filsafat merupakan orang yang memiliki peran besar dalam perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup.
  • Sistem klasifikasi 2 Kingdom
    Di sini penggolongan kingdom masih terbagi menjadi dua yaitu kingdom Plantae atau tumbuhan dan kingdom Animalia atau hewan. Ini merupakan aweal dari berkembangnya sistem klasifikasi makhluk hidup. Tokoh yang berpengaruh adalah C. Linneaus dari Swedia. Dan pengklasifikasian ini diterapkan sekiatar tahun 1735.
  • Sistem klasifikasi 3 Kingdom
    pada tahun 1866, seorang bernama Ernst Haeckel membagi kingdom menjadi 3, yaitu animalia (hewan), plantae(hewan) dan Protista(organisme yang memiliki sel berjumlah satu dan organisme multiseluler sederhana.
  • Sistem klasifikasi 4 Kingdom
    Dua ilmuwan bernama Copeland dan Whittaker mengklasifikasikannya menjadi 4 kingdom. Namun keduanya berbeda dalam pengklasifikasiannya, walaupun sama-sama jumlahnya empat.
    Copeland membaginya menjadi Monera, Protoctisca, Metaphyta dan Metazoa.
    Sedangkan Whittaker membaginya menjadi Animalaia, Plantae, Fungi dan Protista.
  • Sistem klasifikasi makhluk hidup 5 Kingdom
  • Yaitu terdiri dari Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.
  • Sistem klasifikasi 6 Kingdom
    Di sini kingdom dibagi menjadi Animalaia, Plantae, Protista, Mycota, Eubactera, dan Arcaebacteria. Yang mengemukakan klasifikasi ini adalah Carl Woose, seorang ilmuwan asal Amerika.
  • Sistem klasifikasi 7 Kingdom
    Dikemukakan oleh Cavalier-Smith tahun 1998. 7 kingdom itu adalah Animlia, Plantae, Protista, Chromista, Eumycota, Eubacteria dan Archaebacteria.

*******

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

Dan pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang sistem klasifikasi 5 kingdom. Berikut penjelasan lengkapnya.

Kingdom Monera

Klasifikasi makhluk hidup - kingdom monera

Kingdom Monera ini diisi oleh makhluk hidup yang memiliki ukuran sangat kecil atau bisa disebut mikroskopis, yaitu memiliki ukuran sekitar 1-10 μm (mikrometer). Jadi untuk bisa melihatnya dengan jelas membutuhkan sebuah alat mikroskop yang memiliki pembesaran lebih dari 1000 kali.

Salah satu ciri dari makhluk hidup yang masu ke dalam kelompok Monera adalah selnya tidak punya membran inti (prokariotik), cara berkembang biaknya dengan membelah diri dan hanya memiliki satu sel. Kelompok Kingdom Monera ini terdiri dari Bakteri dan Alga Hijau-Biru.

Bakteri

Bakteri ini banyak sekali jumlah dan jenisnya. Dia hidup di sekeliling kita, bahkan di dalam tubuh manusia ada juga bakterinya. Bentuk dari bakteri ini sangat beragam, ada basil, kokus dan spiril. Bakteri-bakteri yang hidup di sekitar kita ada yang memeberikan bagi kehidupan kita dan ada pula yang merugikan.

Contoh dari bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan kita adalah Escherichia coli. Bakteri satu ini hidup di dalam usus besar manusia, jumlahnya jutaan, bakteri ini memiliki peran untuk membantu memproduksi vitamin K lewat proses pembusukan makanan. Contoh lain dari bakteri yang menguntungkan kehidupan manusia adalah Rhyzobium sp. yang memiliki peran mengikat nitrogen di udara bebas.

Seperti yang sudah disebutkan tadi, selain ada bakteri yang menguntungkan, ada juga bakteri yang merugikan. Bakteri-bakteri yang merugikan ini biasanya menyebabkan beberapa penyakit bagi tubuh manusia. Contoh dari bakteri yang merugikan adalah sebagai berikut :

  • Clostridium botulinum, bakteri ini membuat makanan menjadi busuk dan beracun.
  • Mycrobacterium tuberculose, dari namanya sepertinya kita semua sudah tahu apa penyakit yang disebabkan, ya bakteri ini menyebabkan penyakit Tuberculosis atau lebih dikenal dengan TBC.
  • Bacillus anthracis, bakteri yang menjadi penyebab antraks.
  • Vibrio cholera, bakteri ini menyebabkan penyakit kolera.
  • Mycobacteriaum leprae, penyebab penyakit lepra.
  • Clostridium tetani, bakteri inij menjadi penyebab dari penyakit tetanus.
  • Salmonella typhi, penyebab sakit tipus.

Dan masih banyak lagi bakteri-bakteri lain yang merugikan manusia.

Alga Hijau-Biru

Satu lagi makhluk hidup yang masuk ke dalam kigdom Morena adalah alga hijau-biru, nama ilmiahnya adalah cyanobacteria. Alga hijau-biru ini sudah memiliki klorofil di dalam tubuhnya, sehingga dia mampu untuk membuat makanan lewat proses fotosintesis.

Sama dengan bakteri, alga hijau-biru ini  belum memiliki membran inti sel. Contoh dari alga hijau-biru adalah sebagai berikut :

  • Spirulina, salah satu jenis alga hiju-biru ini memiliki jumlah protein yang sangat tinggi, selain itu juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dia dapat mengikat nitrogen yang ada di udara bebas.
  • Clorococcus
  • Gloeocapsa
  • Microcystic
  • Aphnocaspa
  • Oscillatoria
  • Anabaena azolla

Kingdom Protista

Klasifikasi makhluk hidup - kingdom protista

Pebedaan utama antara klasifikasi makhluk hidup kingdom monera dan protesta adalah adanya membran inti yang dimiliki kingdom protesta, sedangkan kingdom monera tidak.

Jenis dari kingdom protesta ini amat beragam, ada yang memiliki sel tunggal, namun ada juga yang selnya banyak. Dari ukuran juga beragam, ada yang hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop atau mikroskopis, ada juga yang tidak butuh mikroskop untuk melihatnya atau disebut makroskopis.

Selain itu ada yang sifatnya mirip seperti hewan yaitu memakan hewan lain, namun ada juga yang sifatnya mirip tumbuhan yaitu bisa berfotosintesis. Kelompok kingdom portista yang mirip hewan disebut protozoa dan yang seperti tumbuhan adalah alga.

Protozoa

Makhluk hidup yang masuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup protozaoa adalah sebagai berikut :

  • Entamoeba coli, protozoa ini ada di usus besar dan bisa menjadi penyebab penyakit diare.
  • Plasmodium malarine, dia menyebabkan sakit malaria, orang yang ada plasmodium di dalam tubuhnya maka sel-sel darah merahnya akan hancur dalam jumlah yang banyak serta akan mengalami demam dengan suhu yang tinggi.
  • Paremecium.

Alga

Selain alga hijau-biru, semuanya bisa masuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup kingdom protozoa. Kemudian akan dibedakan menjadi beberapa jenis berdasakan warnanya, berikut ini daftarnya :

  • Alga Pirang (Chrysophyceae), alga ini memiliki sel tunggal, hanya bisa dilihat lewat mikroskop karena berukuran mikrospkopis, punya klorofil di dalam tubunya, punya zat warna coklat yang menjadi sebab warnanya menjadi agak kecoklatan. Alga ini bisa ditemukan di dalam air tawar, air payau, dan air laut. Contoh: Diatom.
  • Alga Coklat (Phaeophyceae), bentuk tubuhnya seperti tumbuhan yang tinggi atau seperti lembaran, memiliki klorofil di dalam tubuhnya, memiliki zat warna coklat (fukosantin), dan hidup di laut. Biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, obat-obatan, dan juga sebagai bahan industri cat. Contoh: Fucus, Sargasum, dan Laminaria.
  • Alga Merah (Rhodophy-ceae), alga ini tubuhnya berwarna merah tua atau ungu, hidupnya di laut, memiliki kandungan klorofil, memiliki zat warna merah (fikoeritrin). Biasanya dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat agar-agar.
  • Alga Merah (Rhodophy-ceae), memiliki tubuh berwarna merah tua atau ungu, hidup di laut, mengandung klorofil, mempunyai zat warna merah (fikoeritrin). Biasa dijadikan bahan untuk membuat agar-agar.
  • Alga Hijau (Chlorophyceae), alga jenis ini tubuhnya multiseluler, sel-selnya memiliki kandungan klorofil, bentuknya seperti benang, dan memiliki warna hijau. Biasa hidup di dalam air tawar yang menggenang dan airnya jernih. Contoh: Chlorella, Ulva lactuca.

Kingdom Fungi (Jamur)

Klasifikasi makhluk hidup - kingdom fungi

Jamur tidak memiliki kandungan klorofil di dalam tubuhnya, sehingga tidak dapat berfotosintesis untuk bisa membuat makanan bagi dirinya sendiri.

Jamur ini memiliki cara yang cukup unik dan berbeda dari klasifikasi makhluk hidup kebanyakan. Dia akan mengeluarkan semacam zat yang akan membuat sisa-sisa makhluk hidup lain menjadi terurai, untuk kemudian akan diserap sari-sarinya olehnya. Dan itulah caranya untuk bertahan hidup.

Ukuran dari jamur ini sangat beragam, ada yang seperti benang dengan ukuran halus kecil, ada juga yang ukurannya besar.

Jenis jamur yang ada di dunia ini ada yang bersel tunggal, namun ada juga yang bersel banyak. Jenis yang memiliki banyak sel (multiseluler) tubuhnya tersusun atas benang-benang halus, yang disebut dengan sebutan hifa. Hifa ini akan membentuk semacam anyaman, anyaman ini disebut dengan miselium.

Jamur ini biasanya hidup di tempat yang lembab dan sedikit menerima paparan cahaya matahari. Dia bersifat aprofit, yang artinya adalah dia hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati dan busuk, dan juga memiliki sifat parasite.

Jamur berkembang biak bisa dengan dua cara, bisa dengan generative (kawin) maupun vegetative(tidak kawin). Jika berkembang biak dengan generative, maka jamur akan melakukan perkawinan lewat miseliumnya. Dan jika secara vegetative, maka dia akan memproduksi  spora yang akan dibentuk oleh tubuh buah.

Chytridiomycota

Contohnya adalah :

  • Synchytrium endobioticum, patogen yang terdapat pada umbi kentang.
  • Hyzopydium couchii, dia adalah parasit ganggang
  • Olpidium viciaem, merupakan parasit pada Vicia unijuga.
  • Physoderma zeamaydis, jamur ini menjadi penyebab dari noda pirang yang ada pada jagung.

Zygomycota

Contohnya adalah :

  • Rhizopus stolonifer dan Rhizopus oligosporus, keduanya adalah ragi tempe.
  • Rhizopus oryzae, jamur ini biasa dimanfaatkan sebagai ragi tape.
  • Entomophtora muscae, dia adalah parasit pada lalat.
  • Basidiobolus ranarum, jamur ini menjadi penyebab penyakit pada manusia.

Ascomycota

Contohnya adalah :

  • Piedraia hortai, mejadi penyebab dari infeksi yang ada pada rambut manusia.
  • Saccharomyces cerevisiae, biasa dimanfaatkan untuk ragi bir, anggur, dan roti.
  • Candida albicans, menjadi penyebab dari penyakit bernama kandidiasis.
  • Aspergillus flavus, jamur ini adalah penghasil racun.

Basidiomycota

Contohnya adalah :

  • Volvariella volvacea, lebih dikenal dengan nama jamur merang.
  • Amanita phalloides, dia adalah penghasil racun phalin.
  • Auricularia polytricha, jamur ini bisa sebagai bahan makanan.
  • Puccinia graminis, menyebabkan timbulnya penyakit pada tanaman tebu dan jagung.
  • Ustilago scitamanae, jamur yang menjadi parasit pada tanaman Graminae.

Deuteromycota

Contohnya adalah :

  • Alternaria, menjadi parasit pada kentang.
  • Fusarium, menjadi parasit yang menyerang tomat dan kapas.
  • Helminthosporium, jamur ini adalah parasit yang ada pada tanaman padi dan jagung.
  • Diplodia, jamur yang menjadi parasit pada tanaman jagung.
  • Verticillium, jamur jenis ini merusak bibit tanaman.
  • Epidermophyton, Microsporium, dan Trichophyton, jamur-jamur ini menjadi penyebab dari penyakit dermatofitosis.

Sebagai tambahan, memang ada beberapa jamur yang aman untuk dimakan, bahkan memiliki manfaat-manfaat yang sangat besar bagi tubuh, seperti menyembuhkan penyakit. Namun ada juga jamur-jamur yang berbahaya untuk dimakan, karena ada jenis jamur yang mengandung racun. Jadi jika menemui jamur, lebih baik hati-hati jika ingin memakannya.

Klasifikasi Makhluk Hidup – Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Klasifikasi makhluk hidup - kingdom plantae

Klasifikasi makhluk hidup kingdom ini berisi makhluk hidup yang memiliki sel banyak dan dapat melakukan fotosintesis. Fotosintesis ini karena adanya klorofil di dalam kloroplas yang ada dalam tubuh mereka. Klorofil inilah yang dapat memanfaatkan cahaya matahari untuk diproses membuat makanan bagi dirinya.

Salah satu perbedaan dari tumbuhan dengan makhluk hidup yang bersel baynak lain adalah pada struktur selnya. Pada sel tumbuhan, dinding selnya terbuat dari selulosa, sebuah zat yang sejenis karbohidrat. Sehingga, biasanya tumbuhan ini memiliki sifat kaku dan susah untuk dipatahkan.

Kingdom Plantae bisa dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Tumbuhan berpembuluh, yakni tumbuhan yang punya xylem dan floem
    Di dalam kelompok ini masuk tumnbuhan paku dan tumbuhan yang berbiji.
  • Tumbuhan tidak berpembulu, tidak punya xylem dan floem
    Di sini yang masuk adalah tumbuhan lumut.

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut adalah tumbuhan yang hidupnya di darat, biasanya dijumpai warnanya adalah hijau dan ukurannya kecil, dan ukuran terbesarnya adalah sekitar 50 cm. hidup dari lumut ini umumnya adalah menempel di atas kayu, batu, tanah dan lain sebagainya.

Lumut dapat membuat makanannya sendiri, karena dia punya klorofil di dalam tubuhnya, sehingga mampu untuk berfotosintesis.

Kelompok Bryophyta ini ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  • Tidak punya akar
  • Tidak punya batang
  • Tidak punya daun
  • Ukurannya kecil, jarang ditemui yang lebih besar dari 15 cm
  • Bentuknya pipih seperti pita, namun ada juga yang bentuknya mirip seperti batang dan daun
  • Dinding selnya tersusun dari selulosa

Sampai saat ini tercatat ada sekitar 16000 spesies lumut yang sudah ditemukan.

Tumbuhan lumut ini dapat dibagi menjadi tiga kelas berdasakan bentuk genetofit dan sporofitnya, yaitu lumut tanduk atau Anthocerotopsida, lumut daun atau Bryopsida dan lumut hari atau Hepaticopsida.

Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku adalah tumbuhan yang punya daun, batang dan akar sejati. Namun, dia tidak punya bunga. Dan dia memiliki ciri khas yaitu daun mudanya menggulung. Serta, di daun yang dewasa, di bawah permukaannya akan terdapat sorus, yaitu bintik-bintik hitam, di mana di dalam sorus ini terdapat kotak spora (sporangium) yang menyimpan banyak spora.

Pteridophyta ini bisa dikelompokkan menjadi 4 golongan yaitu :

  • Paku Purba, nama latinnya Psilophytinae
  • Paku Ekor Kuda, nama latinnya Equisetinae
  • Paku Sejati, nama latinnya Filicinae
  • Paku Kawat, nama latinnya Lycopsida

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Selain disebut sebagai tumbuhan berbiji, kelompok ini juga biasa disebut dengan nama tumbuhan bunga atau nama ilmiahnya Anthophyta. Biji adalah alat berkembang biak tumbuhan, di dalam biji terdapat calon individu tumbuhan baru, yang biasanya disebut dengan nama lembaga.

Spermatophyta bisa dikelompokam menjadi dua bagian berdasar dari ada tidaknya pelindung bijinya. Sehingga ada tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae, dan tumbuhan biji tertutup atau Angiospermae. Dan tumbuhan biji tertutup dibagi menjadi dua juga, yaitu tumbuhan biji berkeping satu atau Monokotil dan biji berkeping dua atau Dikotil.

Klasifikasi Makhluk Hidup – Kingdom Animalia (Hewan)

Klasifikasi makhluk hidup - kingdom animalia

Hewan adalah makhluk hidup yang hidup dengan memakan makhluk hidup lain. Perbedaan dari tumbuhan dan hewan adalah pada dinding selnya, sel tumbuhan memiliki dinding sel sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel.

Kingdom Animalia bisa dibagi menjadi dua kelompok berdasar ada tidaknya tulang belakangnya. jadi ada hewan bertulang belakang ata vertebrata dan hewan yang tidak punya tulang belakang atau invertebrata atau avertebrata.

Hewan Tidak Bertulang Belakang (Avertebrata)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, hewan jenis ini tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Secara garis besar hewan yang tidak memiliki tulang belakang memiliki sistem pernapsan, sistem peredaran darah dan sistem-sistem lain di dalam tubuhnya yang lebih sederhana dibanding hewan vertebrata.

Ada 5 kelompok dari Avertebrata ini, yaitu sebagai berikut :

  1. Porifera – Hewan yanag memiliki pori
    bentuk tubuh dari hewan jenis ini seperti spon. Biasanya mereka hidup di perairan, dengan warna tubuh yang beraneka ragam, seperti merah, hijau dan kuning. Contohnya : Euspongia, Scypha, Spongilla dan Poerion.
  2. Vermes – Cacing
    Vermes adalah hewan yang tubuhnya lunak, tidak memiliki cabang dan tubuhnya simetris bilateral. Vermes ini bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasar pada bentuk tubuhnya, yaitu sebagai berikut :
    Cacing pipih atau Platyhelminthes

Cacing gilig atau Nemathelmintes, tubuh dari cacaing ini bentuknya panjang, bulat dan tidak memiliki segmen.
Annelida,
bentuk tubuhnya beruas-ruas seperti cincin.

  1. Coelenterata – Hewan Berongga

Hewan berrongga ini memiliki tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. Di permukaan tentakelnya biasanya terdapat racun yang bisa menyengat mangsanya. Bentuk tubuh dari Coelenterata ada yang bentuknya polip dan melekat di tempat di mana dia hidup, dan ada juga yang berbentuk medusa yang bisa bergerak secara aktif di air. COntoh hewan berongga adalah ubur-ubur, anemone, bunga karang, obelia dan hydra.

  1. Anthrophoda – Hewan berbuku-buku

Hewan ini bentuk tubuhnya bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, dada dan perut. Tubuh dari hewan berbuku-buku ini terlindungi oleh zat kitin yang keras, dia juga memiliki indera yang peka terhadap sentuhan dan juga bau, dan juga memiliki mata faset, yaitu mata kecil yang jumlahnya sangat banyak, bisa sampai beribu-ribu.

  1. Mollusca – Hewan bertubuh lunak

Hewan jenis ini tubuhnya lunak, berlendir dan tubuhnya biasanya terlindungi oleh mantel. Dan ada juga yang punya cangkang untuk melindungi tubuhnya. Contohnya adalah cumi-cumi, gurita, tiram, kerang, siput dan lain sebagainya.

Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)

Sesuai namanya, hewan jenis ini punya tulang belakang di struktur tubuhnya. Tubuh dari hewan vertebrata juga bisa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kepala, badan dan ekor. Jika dilihat dari segi keragaman jenis, hewan vertebrata memiliki ragam yang lebih sedikit dibanding hewan avertebrata.

  1. Pisces (Ikan)
  2. Amphibia, hewan yang dapat hidup di dua wilayah, yaitu darat dan air, contohnya katak.
  3. Reptilia, hewan yang berjalan dengan merayap, contohnya kura-kura, ular, dan buaya.
  4. Aves (Unggas), tubuhnya ditutupi oleh bulu, contohnya burung merpati dan ayam

Mamalia (Hewan Yang Menyusui), hewan jenis ini berkembang biak atau bereproduksi dengan cara beranak dan mempunyai kelenjar susu, contohnya sapi, domba, kera.

*******

Itulah tadi pembahsan kali ini tentang klasifikasi makhluk hidup. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah berkunjung. Sekian. Salam.

Tinggalkan komentar