Keutamaan Surat Ar-Rahman

Asslamalaikum semuanya. Selamat datang kembali di babacaca. Untuk kali ini kami akan menuliskan bahasan tentang keutamaan surat Ar-Rahman.

Tentu kita semua sudah tahu, seluruh isi Al-Quran mengandung keutamaan apabila dibaca dan dikerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang menjadi larangan-NYA. Namun, ada bagian-bagian dalam kitab suci kita itu yang memiliki kekhususan dalam keutamaannya.

Kekhususan ini tidak hadir begitu saja, namun berdasarkan beberapa hadist dari Baginda Nabi dan juga qoul(perkataan) para ulama, dimana para ulama itu tentunya memiliki pengetahuan lebih dalam dalam agama daripada kita semua(kami pada khususnya).

Nah, apa saja keutamaan surat Ar-Rahman itu? Mari cari tahu lebih jauh.

Untuk menemani dalam membaca artikel ini, dengarkan pembacaan surat Ar-Rahman yang sangat merdu dari Syaikh Abdurrahman As-Sudais di bawah ini.

Surat Ar-Rahman – Pendahuluan

Keutamaan surat Ar-Rahman
deruankalbu.blogspot.com

Mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan surat Ar-Rahman ini. Surat Ar-Rahman merupakan surat ke 55 dari Al-Quran. Terdiri dari 78 ayat. Dia terletak di juz 27. Berada tepat setelah surat Al-Qamar dan sebelum surat Al-Waqiah. Dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah.

(Sebagai tambahan pengetahuan, maksud dari surat Makkiyah adalah surat-surat yang diturunkan ketika nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam belum hijrah ke Madinah. Surah Makiyyah turun dimulai pada 17 Ramadhan, saat nabi berusia 40 tahun sampai beliau hijrah ke Madinah.

Beliau tiba di Quba, sebuah perkampungan yang dekat dengan Madinah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal.

Atau bisa dirinci bahwa surat-surat Makkiyah turun selama 12 tahun, 5 bulan dan 13 hari.)

Ada satu ciri utama dari surat ini, yang dengan ciri itu, hanya dengan mendengarnya kita bisa dengan mudah mengetahui bahwa yang kita dengar itu adalah surat Ar-Rahman, yaitu adanya pengulangan ayat(kalimat) sampai 31 kali.

Keutamaan Surat Ar Rahman

Manfaat surat Ar-Rahman
satujam.com

Allah SWT dalam menurunkan ayat-ayat Al-Quran tentu saja bertujuan supaya manusia bisa mengambil pelajaran dari ayat-ayat itu. Baik itu ayat-ayat yang membahas tentang umat-umat terdahulu atau keadaan di masa yang akan datang, baik itu ayat tentang kabar gembira maupun tentang adzab.

Seperti yang sudah disebutkan di paragraf awal tadi, setiap surat bahkan ayat dalam Al-Quran memiliki keutamaan. Begitu juga dengan surat Ar-Rahman ini. Dan inilah manfaat membaca surat Ar-Rahman jika ditinjau dari kandungan isinya.

Mengingatkan Bahwa Allah Itu Maha Pengasih

Kita menjadi ingat dan sadar, bahwa tuhan kita Allah SWT memiliki sifat Ar-Rahman, yang artinya Maha Pengasih. Allah selalu memenuhi kebutuhan seluruh makhluknya, walaupun para makhluk itu lebih sering lupa kepada-NYA daripada mengingat-NYA.

Allah tidak pernah membeda-bedakan dalam memberikan rizki. DIA sudah menetapkan kadar rizki masing-masing makhlukNYA sebelum alam semesta raya dan bumi ini diciptakan. Termasuk rizki seluruh manusia, baik dia seorang muslim maupun kafir.

Mengingatkan Akan NikmatNYA

Beberapa bahasan yang terdapat dalam surat Ar-Rahman menyebutkan berbagai macam nikmat yang Allah berikan kepada golongan jin dan manusia. Baik itu nikmat yang sudah Allah berikan di dunia ini atupun nikmat-nikmat yang akan Allah berikan di surga(semoga kita semua bisa memasukinya).

Oleh karena itu, kita harus banyak bersyukur atas nikmat-nikmat itu. Salah satu caranya adalah dengan bersungguh-sungguh beribadah kepadanya, contohny sholat.

Saat sholat, hadirkanlah rasa syukur dalam hati atas nikmat beribadah yang telah Allah berikan kepada kita. Saat berdoa seusai sholat hadirkan juga rasa syukur itu, bersyukur karena sudah diberi kesempatan merasakan nimatnya beribadah menyembahnya.

Saat bangun di pagi hari, ungkapkanlah rasa syukur karena kita masih bisa menjalani hari untuk semakin menambah bekal amal  untuk kehidupan kelak. Saat akan tidur ungkapkanlah juga rasa syukur karena sudah diberi hari untuk menambah amal sholeh, juga sebagai bekal kelak.

Saat bernafas, sadarilah nafas kita dan ungkapkan juga rasa syukur kita kepadaNYA, atas nikmat kehidupan yang sudah IA berikan.

Mengingatkan Supaya Tidak Kufur Nikmat

Hampir setengah dari isi surat Ar-Rahman memiliki bunyi dan makna yang sama persis. Ayat ini merupakan sebuah bentuk isyarat kepada seluruh makhluk-NYA dari golongan jin dan manusia.
Isyarat ini memang dikhususkan untuk dua makhluk itu, karena dua makhluk itulah yang paling sering lupa akan nikmat-nikmat dari-NYA. Dan jin dan manusia juga diketahui bahwa mereka sedikit sekali bahkan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang DIA beri.
Namun demikian, berkat sifat Ar-Rahman-NYA, sang Maha Pengasih tetap memberikan nikmat-nikmatnya kepada seluruh makhluknya, terkhusus yang dua tadi.

*******

Sebagai tambahan, kalian bisa simak video di bawah ini.

Fadhilah surat Ar-Rahman

Keutamaan dan fadhilah surat Ar-Rahman
dingkelik.net

Selain keutaman surat Ar-Rahman dari segi isinya, surat Ar-Rahman juga memiliki fadhilah-fadhilah. Beberapa fadhilah surat Ar-Rahman diantaranya yaitu :

  • Disebutkan dalam kitab Tafsir Nur-Atsaqalayn, Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang dikaruniakan kepadanya”.
  • Dalam kitab Tsawabul A’mal, Imam Ja’far Ash-Shadiq mengatakan :
    – Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca sampai pada kalimat ‘Fabiayyi aalaa I rabbikuma tukadzibaan’, kemudian dia mengucapkan ‘Laabisyai-in min alaika Rabbii akdzibu’(tidak ada satu pun nikmat-Mu, wahai Tuhanku, aku ingkari), bila dia membacanya pada waktu malam hari kemudian dia meninggal, maka meninggalnya dia seperti wafatnya orang yang syahid, bila membaca di waktu siang kemudian dia meninggal, maka dia meninggal seperti wafatnya orang yang syahid”.
    – “Jangan pernah meninggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah di malam hari bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang yang munafik, kamu akan menemui Tuhan bersamanya(surat ar-rahman) pada hari kiamat, di berwujud seperti manusia yang paling indah, dan memiliki bau paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang berjarak lebih dekat dengan-NYA daripadanya.
    Disaat itu Allah berfirman kepadanya : Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu di dunia dan rajin membacamu. Dia menjawab : Wahai Tuhanku, Fulan bin Fulan, lalu wajah mereka berubah menjadi putih, dan dia berkata kepada mereka : Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu dia berkata kepada mereka : Masuklah kalian semua ke dalam surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan”.

Kisah Surat Ar-Rahman dan Jin

Kisah Jin dan surat Ar-Rahman
tasdiqulquran.or.id

Ada sebuah hadist dari Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam, yang menceritakan tentang kisah jin dan surat Ar-Rahman ini. Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan dikutip oleh Ibnu Katsir Asy-Syafii dalam kitab tafsirnya, berikut kisahnya.

“Suatu hari Rasulullah shallahu alaihi wasallam para sahabatnya, kemudian Beliau shallahu alaihi wasallam membaca surat Ar-Rahman dari wal sampai selesai, namun para sahabat hanya terdiam mendengarkan saja.

Kemudian Rasululullah shallahu alaihi wasallam bersabda “Apabila aku membacakan surat Ar-Rahman ini kepada para Jin, maka setiap kali aku sampai pada ayat:

‘Fabiayyi aalaa i rabbikumaa tukadzibaan’. (Maka nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kau dustakan?)

Maka, mereka(golongan jin) akan menjawab:

La bisyai-in min ni’amika rabaana nakdzibu falakal hamdu“. (Tidak ada sedikit pun nikmat-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami dustakan. Maka hanya milik-Mu lah segala puji-pujian).

Kapan Waktu Membaca Surat Ar-Rahman

Kapan waktu baca surat Ar-Rahman?
masjidjamibintarojaya.com

Jika kamu bertanya kapankah waktu yang tepat membaca Ar-Rahman? Maka, sebenarnya tidak ada waktu khusus yang dianjurkan untuk membaca surat Ar-Rahman ini. Namun, jika kamu ingin mendawamkan kamu bisa dan harus menjadwalkan waktu khusus untuknya. Jawaban ini saya tuliskan setelah membaca tulisan Ustadz Yusuf Mansur di webnya.

Bisa setelah subuh, setelah dhuha atau waktu lainnya, yang penting waktu itu bisa kamu istiqomahkan. Coba istiqomahkan dan biasakan selama 7 hari. Kalau sudah tambah lagi durasi harinya menjadi 40 hari. 100 hari. 1 tahun. Dan seterusnya tanpa putus.

Setelah itu menjadi kebiasaan maka kamu insyaAllah akan mendapatkan kejaiban-keajaiban dalam hidupmu.

*******

 

Itulah pembahasan kali ini mengenai keutamaan surat Ar-Rahman. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah mampir. Salam.

Tinggalkan komentar