Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu dan dinanti oleh seluruh umat muslim di Indonesia dan seluruh dunia. Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak, kakek-nenek semua menyambut bulan istimewa ini dengan penuh kegembiraan. Ini karena keutamaan bulan ramadhan yang sangat banyak.

Ramadhan merupakan bulan dengan nomor urut kesembilan dari dua belas bulan dalam penanggalan Hijriyah.  Hadirnya bulan Ramadhan biasanya sudah tercium baunya jauh-jauh hari sebelum hari H. Ciri paling mudah untuk mengetahui jika Ramadhan akan segera tiba adalah munculnya iklan sirup di tv-tv.

Oke langsung saja kita bahas keutamaan bulan ramadhan.

Arti Kata Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan - Arti Ramadhan

Ramadhan berasal dari bahasa Arab  ر م ﺿ, yang memiliki arti panas yang menyengat. Dulunya bangsa Babylonia kuno, yang memiliki budaya yang pernah sangat mendominasi Jazirah Arab bagian utara menggunakan sistem penanggalan yang menggabungkan perhitungan bulan dan matahari sekaligus, atau biasa disebut dengan luni-solar calendar.

Dalam penanggalan itu, bulan kesembilan selalu bertepatan dengan musim panas yang panasnya sangat menyengat. Dari pagi hari hingga gelapnya malam tiba, batu-batu yang menempel di gunung dan pasir yang terhampar digurun  akan terpanggang oleh sengatan sinar matahari musim panas, di mana waktu siangnya lebih panjang beberapa jam daripada waktu malamnya.

Saat malam datang, suhu batu-batu dan pasir yang terpanggang akan mulai menurun. Namun, sebelum suhunya benar-benar dingin sudah akan berjumpa lagi dengan pagi hari yang membawa matahari yang akan menyengatkan panasnya lagi.

Dan hal itu akan berlangsung berulang-ulang selama beberapa periode pekan, sehingga panasnya akan terakumulasi menjadi panas yang menghanguskan. Dan hari-hari itu disebut dengan bulan Ramadhan, sebuah bulan yang memiliki panas yang menghanguskan.

Setelah Islam berkembang dan tersebar di Jazirah Arab dan dunia, dikembangkan pula sistem penanggalan Islam yang berbasis perhitungan bulan, dimana biasanya terjadi selisih 11 hari lebih pendek dari penanggalan matahari.

Dengan selisih yang ada itu, maka bulan Ramadhan sekarang tidak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Umat islam sekarang ini, lebih mengambil kata ‘panas’ sebagai bahasa metafora atau kiasan(majas). Karena saat orang menjalankan ibadah puasa dia akan merasakan panasnya tenggorokan karena menahan lapar dan haus.

Atau, dengan ibadah-ibadah yang dikerjakan selama Ramadhan maka diharapkan dosa-dosa yang pernah dilakukan akan hilang (hangus terbakar), dan setelah Ramdhan selesai orang yang berpuasa akan bersih dari dosa-dosanya. Wallahu a’lam.

Selain itu Ramadhan juga ditafsirkan menjadi beberapa, seperti berikut ini :

  • Ramadhan – penghulu bulan
    karena di bulan ini turunnya Al-Quran yang menjadi pedoman hidup bagi seorang muslim. Di bulan ini juga Allah akan memberikan lebih banyak pahala dan rahmatNYA.
  • Ramadhan – hujan

Ada yang berpendapat bahwa Ramadhan berasal dari kata dasar “Ramadiyu” yang memiliki arti hujan, yang terlihat di akhir musim panas, di awal musim gugur, sebagai permbersih bumi dari debu. Layaknya hujan yang mencuci permukaan bumi, bulan Ramadhan juga menjadi sebab tercucinya dosa orang beriman, sehingga menjadi bersih, dan juga untuk membersihkan hati mereka.

Hukum Puasa Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan - Hukum Puasa Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan merupakan puasa yang memiliki hukum wajib. Bahkan puasa Ramadhan ini masuk ke dalam salah satu dari lima rukun islam, yaitu di poin ke empat. Sudah tahukan ap saja rukun islam itu.

  1. Syahadat
  2. Sholat
  3. Zakat
  4. Puasa
  5. Haji, bagi yang mampu.

Jadi sudah jelas hukum dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah wajib bagi seorang muslim yang sudah baligh. Namun, ada juga yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa, siapa saja mereka?

  1. Sakit
    Para ulama menyepakati tentang hal ini, bahwa orang yang sedang sakit boleh untuk tidak menajankan ibadah puasa, namun ketika sudah sembuh ia harus meng-qodhonya (mengganti). Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqoroh ayat 185.
    Namun, sakit ini bisa dibagi menjadi tiga, yaitu :
    Pertama, jika sakitnya ringan dan tidak memiliki pengaruh yang besar, seperti flu, pusing ringan, perut keroncongan, dan lain-lain maka dia tetap diharuskan berpuasa.
    Kedua, jika dia sakit dan jika berpuasa maka sakitnya akan bertambah parah, atau proses kesembuhannya akan menjadi lebih lama dan menjadi berat bila dia berpuasa. Untuk sakit yang seperti ini, maka dia dianjurkan untuk tidak berpuasa, dan jika tetap ingin berpuasa maka beberapa pendapat ada yang mengatakan makruh.
    Ketiga, jika seorang tetap mengerjakan puasa dan hal itu menjadi menyusahkannya dan membahayakan hidupnya, seperti bisa mengantarkannya pada kematian, maka dia diharamkan untuk berpuasa.
  2. Orang yang sedang dalam perjalanan atau safar
    ini sesuai firman Allah dalam Al-Quran yaitu di surat Al-Baqarah ayat 185.
  3. Orang Tua
  4. Wanita Hamil dan Menyusui

Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan ini merupakan bulan menahan diri, menahan dari apa? Menahan dari makan, minum, jimak dan menahan dari nafsu-nafsu lainnya. Namun, walaupun di bulan ini kita diperintahkan untuk menahan diri, kita dijanjikan dan diberikan balasan yang luar biasa besarnya oleh Allah SWT. Masih banyak yang bisa kita dapatkan dalam bulan puasa ini, karena bulan Ramadhan mengandung banyak sekali keutamaan-keutamaan. Apa saja keutamaan bulan Ramadhan itu? Berikut kami tuliskan beberapa.

Turunnya Al Quran

Keutamaan Bulan Ramadhan - Turunnya Al-Quran

Di bulan inilah Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Baginda Nabi, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan. Kisahnya tentu saja sebagian besar dari kita sudah mengetahuinya.

Pada waktu itu, Baginda Nabi sedang melakukan khalwat(menyendiri) di dalam gua Hira, yang berada di Jabal Nur. Gunung ini letaknya di sebelah utara dari kota Mekah. Kemudian datanglah malaikat Jibril ke hadapan Baginda Nabi dengan tiba-tiba, untuk menyampaikan wahyu kenabian yang pertama. Ayat pertama yang diturunkan adalah surat Al-Alaq ayat 1-5.

Proses turunnya Al-Quran ke Rasulullah tidak dalam bentuk satu kitab sekaligus, melainkan berangsur-angsur. Kurang lebih Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Dan Al-Quran selesai diturunkan secara sempurna pada 9 Dzulhijjah tahun 10 H, dan ayat yang terakhir turun adalah Surat Al-Maidah ayat 3.

Kenapa turunnya Al-Quran disambut begitu spesial? Karena dengan Al-Quranlah kita umat islam mendapatkan pedoman untuk menjalani hidup. Tanpanya kita tidak akan tahu apa yang haq dan yang bathil, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram, dan hal-hal kebajikan lainnya.

Dan turunnya Al-Quran di bulan Ramadhan ini disebutkan dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 185.

Dan pada ayat ini Allah memuji bulan Ramadhan dari bulan lainnya. Allah memuji bulan ini karena Allah telah memilihnya sebagai bulan dimana Al-Quran diturunkan. Dan Allah juga menurunkan kitab ilahiyah kepada para Nabi juga pada bulan Ramadhan. Demikian itu kurang lebih yang disampaikan oleh Ibnu Katsir saat memberikan penafsiran pada ayat yang mulia ini.

Keutamaan Bulan Ramadhan-Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Bulan Ramadhan - Lailatul Qadar

Malam ini merupakan malam yang disebut lebih baik daripada 1000 bulan, jika dikonversi ke tahun maka menjadi ssekitar 83 tahun. Bayangkan, jika kita bisa mendapatkan malam ini dan beribadah di dalamnya, maka kita seperti beribadah selama 83 tahun.

Lailatul Qadar ini tertulis dalam Al-Quran surat Al-Qadar, surat ke 97 dari Al-Quran.

Keutamaan Bulan Ramadhan -Surat Al-Qadr

Di dalam surat al-qadar ini, di ayat ketiga disebutkan “Lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan”.

Mungkin sering ada pertanyaan, kapan malam lailatul qadar itu hadir? Malam mulia ini ada di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dan lebih khususnya ada yang menyebutkan di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir itu. Dan pada sepuluh hari terakhir itu kita disunnahkan untuk melakukan I’tikaf. Secara bahasa I’tikaf berarti berdiam diri di masjid, dan menurut kami arti lebih tepatnya adalah menghidupkan malam-malam terakhir Ramadahan dengan ibadah-ibadah yang lebih giat dari sebelumnya, agar dapat menggapai malam mulia ini.

Kenapa disebutkan menggapai? Karena tidak semua orang akan mendapatkan momen malam mulia ini. Walau dia terbangun di malam lailatul qadar, bukan jaminan dia akan mendapat kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Jadi kita harus lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah untuk bisa mendapatkan malam kemuliaan ini.

Keutamaan Bulan Ramadhan-Bulan Penuh Berkah

Ada sebuah hadist dari Baginda Nabi, yang diriwayatkan oleh An-Nasai yang berkaitan dengan keutamaan bulan Ramadhan, kurang lebih artinya “telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah”.

Keberkahan dari bulan Ramadhan ini bisa dilihat dari semua sendi-sendi kehidupan. Dan juga keberkahan dari bulan mulia ini tidak hanya dirasakan oleh muslim saja, namun juga oleh umat-umat agama lain. Hal yang paling kelihatan adalah peningkatan dari segi perputaran uang selama ramadhan yang sangat tinggi.

Keutamaan Bulan Ramadhan-Bulan Pengampunan

Keutamaan bulan Ramadhan yang lain adalah sebagai bulan yang penuh pengampunan. Seperti yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam, seperti berikut ini :

Keutamaan Bulan Ramadhan - Bulan Pengampunan

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Bukhori-Muslim)

Keutamaan Bulan Ramadhan - Bulan Pengampunan

” Celakalah bila seseorang bila ia memasuki bulan Ramadhan, kemudian ia melaluinya, sedangkan dosanya belum diampuni(Tirmidzi – Ahmad)

Pintu Langit Di Buka dan Pintu Neraka Di Tutup

Ada sebuah hadist dari Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam, yang berbunyi :Keutamaan Bulan Ramadhan - pintu langit dibuka pintu neraka ditutup

“Jika sudah masuk bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit, dan pintu-pintu neraka ditutup, dan dibelenggulah para setan-setan”.

Dan ada juga beberapa riwayat lain yang sedikit berbeda riwayatnya, perbedaannya adalah di kata “samaa'”, ada yang “jannah” yang berarti surga, dan ada yang “rahmat“.

Keutamaan Bulan Ramadhan-Bulan Pengabulan Doa

Ini juga merupakan salah satu dari keutamaan bulan Ramadhan yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini berdasarkan pada beberapa hadist dari Nabi shallahu ala wasallam, seperti yang tertulis berikut ini:

Keutamaan Bulan Ramadhan - Bulan Pengabulan Doa

“Tiga orang yang doanya tidak akan tertolak, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, imam (pemimpin) yang adil dan doanya orang yang didholimi”

Hadist di atas memberikan penjelasan tentang doanya orang yang puasa tidak akan tertolak. Dan di bulan Ramadhan kita berpuasa selama satu bulan penuh. Sehingga kita memiliki peluang berdoa yang tidak tertolak selama satu bulan penuh.

Keutamaan Bulan Ramadhan - Bulan Pengabulan Doa

Keutamaan Bulan Ramadhan-Pahala Berlipat

Ada sebuah riwayat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, kurang lebih artinya “ Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji”, dan dalam riwayat Imam Muslim disebutkan “….menyamai pahala ibadah haji bersamaku”.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

*******

Itulah tadi beberapa keutamaan bulan Ramadhan. Masih banyak keutaman bulan Ramadhan lainnya. Mari bersama-sama kita maksimalkan ibadah kita di bulan Ramadhan, supaya menggapai apa yang sudah dituliskan pada beberapa poin di atas.

Oke, itu saja pembahasan kali ini mengenai keutamaan bulan Ramadhan. Terima kasih sudah berkunjung. Salam.

Tinggalkan komentar