Ilmuwan Islam Dan Penemuan-Penemuannya

Banyak sekali tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari kalangan muslim. Pada zaman keemasan islam, bermunculan banyak sekali para pakar-pakar dalam berbagai bidang ilmu. Para ilmuwan islam ini mampu mengubah dunia berkat karya-karya dan penemuan-penemuannya.

Hampir disetiap lini bidang keilmuwan, disitu bisa dipastikan akan ada beberapa ilmuwan yang berasal dari kalangan ilmuwan islam. Beberapa dari sekian banyak ilmuwan islam akan kami tuliskan di bawah ini.

Ilmuwan Islam Fiqih

Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu ilmu fiqih. Ilmu fiqih adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang cara beribadah dan bermuamalah.

Di dalam islam ada banyak sekali ulama yang diakui kepakarannya dalam bidang ilmu ini. Mereka adalah para mujtahid yang sangat menguasai ilmu-ilmu agama, dan merumuskannya menjadi sebuah hasil yang bisa dipakai menjadi dasar bagi orang-orang untuk beibadah.

Sebenarnya para ilmuwan fiqih banyak sekali jumlahnya, dan bisa kita kelompokkan menjadi beberapa, seperti dari Shahabat Nabi, dari Tabi’in, dari Imam Madzhab, dari Pengikut Imam Madzhab, dan para ilmuwan muslim ahli fiqih modern.

Namun, dalam pembahasan kali ini kami hanya akan membahas sedikit dari Imam-imam Madzhab, dan mereka merupakan para imam pendiri madzhab itu sendiri. Yang hasil dari ijtihad mereka sampai hari ini terus dipakai oleh umat islam di seluruh dunia. Mereka adalah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’I, dan Imam Hambali.

Imam Hanafi

Ilmuwan Islam Bidang Fiqih Imam Abu Hanifah atau lebih dikenal dengan Imam Hanafi

Nama lengkap beliau adalah An-Nu’aim ibnu Sabit At-Taimi, dan biasa dikenal dengan nama Imam Abu Hanifah. Beliau lahir di Kufah pada tahun 80 hijriah/699 masehi.

Imam Abu Hanifah merupakan murid dari seorang ulama besar yang bernama Hammad ibnu Abi Sulaiman, seorang ulama ahli fiqih, dan juga berguru kepada Atha’ Ibnu Rabiah dan Nafi Maula ibnu Umar, mereka berdua adalah ulama ahli hadist.

Hasil karya Imam Hanafi dalam ilmu fiqih antara lain kitab Masailul Usul, Masailul Nawadir dan Al-Fatawa wal Waqiat.

Imam Maliki

Ilmuwan islam Imam Maliki, inilah kitab karya beliau
Kitab karya Imam Maliki

Nama lengkapnya adalah Malik bin Amar bin Malik bin Amir Asbahy. Beliau lahir dari seorang ibu bernama Siti Aliyyah binti Syuraik bin Abdurrahman bin Syuraih Al-Azady. Kakek Imam Malik merupakan salah seorang sahabat Nabi yanag bernama Abu Amir. Beliau dilahirkan pada tahun 93 H/712 M.

Dalam mencari ilmu beliau berguru pada ulama-ulama besar Madinah. Bebrapa guru beliau antara lain Ibnu syihab Az-Zuhri , Abdurrahman ibnu Hurmuz, dan Nafi’ Maulana ibnu Umar.

Ada sebuah perilaku dari Imam Malik yang patut kita contoh, yaitu tentang ketawadhukan beliau. Suatu kali, berkat kecerdasan yang beliau miliki, yang dianggap lebih pandai dari gurunya, oleh gurunya tersebut Imam Maliki dipersilahkan untuk berfatwa, namun beliau tidak bersedia sebelum mendapatkan pengakuan dari 70 ulama.

Selain dikenal akan kepakarannya dalam ilmu fiqih, beliau juga dikenal sebagai ulama ahli hadist. Dan untuk cabang ilmu ini, beliau menulis sebuah kitab yang sangat terkenal, yang beliau beri nama Al-Muwatha’.

Imam Syafi’i

Ilmuwan islam Imam Syafii
majlas.yn.lt

Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’I al-Muthalibi al-Qurasiy itulah nama asli dari Imam Syafii. Beliau lahir pada tahun 150 hijriah / 767 masehi, di kota Gaza, Palestina.

Pada usia 9 tahun beliau sudah hafal Al-Quran. Dan kemudian beliau mengembara untuk semakin memperdalam ilmunya. Di Mekah beliau belajar fiqih kepada banyak ahli ilmu di kota itu. Salah satunya adalah seorang mufti di sana yang bernama Muslim bin Khalid. Di kota ini, beliau juga berguru kepada Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ dan Sufyan bin Uyainah.

Kemudian di Madinah beliau berguru kepada salah seorang ilmuwwan islam yang lain, yaitu Imam Malik. Ada sebuah cerita yang menyebutkan, Di mana saat berguru kepada Imam Malik, beliau Imam Syafi’I dapat menghafal seluruh isi kitab Al-Muwatha hanya dalam 9 malam.

Pada usia 15 tahun, beliau lulus dengan spesialisasi hadist dari gurunya Sufyan bin Uyaina, dan beliau diberi kepercayaan untuk mengajar dan berfatwa kepada masyarakat, dan juga menjadi guru besar di Masjidil Haram.

Dua buah karya besar yang beliau tinggalkan adalah dua buah bukunya yang sangat terkenal, yaitu Ar Risalah dan Al Umm.

Imam Hambali

Ilmuwan islam Imam Hambali
jalanakhirat.wordpress.com

Nama kunyah beliau adalah Abu Abdillah, dengan nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Mawarzi Al Baghdadi. Beliau dilahirkan pada tahun 855 masehi, di kota Baghdad.

Dalam mencari ilmu beliau memiliki banyak sekali guru, yang jumlahnya lebih dari dua ratus delapan puluh, yang tersebar di beberapa negeri, seperti Kufah, Baghdad, Bashrah, Yaman, Mekah, Madinah dll.

Beberapa guru beliau adalah Waki’ bin Ja’far, Imam Syafii, Ismail bin Jafar dan Sufyan bin Uyainah.

Dan muridnya, terdapat nama para imam ahli hadist, seperti Imam Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah. Bahkan Imam Syafi’I pun berguru kepada Imam Hambali, dan Imam Ahmad juga pernah berguru kepada Imam Syafi’I.

Ilmuwan Islam Kedokteran

Ilmuwan islam dalam bidang kedokteran merupakan para jenius yang dengan keahlian dan penemuan-penemuan mereka dalam bidang medis, mereka mampu membuat dunia ini menjadi lebih baik dalam hal kesehatan. Siapa sajakah mereka? Berikut ini kami tuliskan sebagian.

Ibnu Sina

Ilmuwan Islam Ibnu Sina
toplesilmu.net

Di dunia barat nama beliau dikenal dengan Avicenna. Dan bagi banyak orang beliaulah “Bapak Pengobatan Modern”. Beliau adalah seorang ilmuwan, dokter dan filsuf yang dilahirkan di Persia pada tahun 980 M.

Ibnu Sina merupakan seorang penulis yang sangat produktif, tidak kurang dari 450 judul buku dari berbagai bidang yang sudah beliau tulis. Dan bukunya yang paling terkenal mengenai kesehatan adalah sebuah buku yang terdiri dari 14 jilid, berjudul Qanun fi At-Thib. Di mana buku tersebut dipakai sebagai rujukan dalam bidang kedokteran selama berabad-abad.

Pencapaian yang telah dihasilkan oelh ilmuwan islam ini dalam bidang kesehatan telah menempatkan beliau hingga dianggap sebagai “Zenith” dalam dunia Islam, yaitu tingkatan tertinggi dalam ilmu kedokteran. Selain itu oleh kaum Latin Skolastik beliau diberi gelat “Medicorum Principal” yang berarti “Raja Doktor”.

Selain dua gelar di atas, beliau juga menyandang gelar asy-Syeikh ar-Rais yang berarti Mahaguru Utama, julukan ini didapat beliau karena jasanya menyembuhkan penyakit.

Kisahnya, waktu itu Raja Bukhara yang bernama Nuh bin Manshur (berkuasa tahun 366-387 H) jatuh sakit. Dan sang raja pun memanggil Ibnu Sina untuk mengobatinya. Saat itu, penyakit sang raja sudah sedemikian parah, dan tidak ada dokter atau ahli pengobatan yang mampu untuk menyembuhkannya. Akan tetapi, setelah dirawat dan diobati oleh Ibnu Sina penyakit sang raja pun sembuh.

Ibnu An-Nafis

Ilmuwan islam Ibnu An-Nafis

Nama lengkap beliau adalah al-Din Abu al-Hasan Ali Ibn Abi al-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi. Beliau lahir pada tahun 1213 M, namun ada juga pendapat yang mengatakan beliau lahir tahun 1210 M.

Oleh beberapa kalangan beliau dijuluki sebagai The Second Avicenna, yang artinya Ibnu Sina kedua.

Ibnu Nafis merupakan orang pertama yang menemukan sirkulasi darah kecil. Namun, pengakuan itu baru muncul setelah beberapa tahun dari wafaatnya beliau.

Seorang dokter berkewarganegaraan Mesir, pada tahun 1924, yang bernama Muhyiddin At-Tathawi, menemukan naskah/manuskrip disebuah perpustakaan di Berlin, Jerman. Waktu itu beliau sedang mempelajari sejarah kedokteran Arab di Fakultas Kedokteran Universitas Albert Ludwig.

Di dalam buku itu , ditemukan pembahasan-pembahasan yang menyatakan bahwa Ibnu Nafis merupakan orang pertama yang menemukan sirkulasi darah kecil(Pulmonary Circulation).

Selanjutnya beliau terus mempelajari manuskrip itu dan membandingkannya dengan riset-riset kedokteran modern, yang kemudian hasil kajiannya beliau tulis menjadi sebuah buku yang beliau beri judul Ad-Daurah Ad-Damawiyah Tab’an Li Al-Qurasyi.

Muhammad bin Zakariya Ar-Razi

Ilmuwan islam Ar-Razi
pinterest

Beliau lahir pada 28 Agustus 865 M, di kota Rayy, sebuah kota yang berada dekat dengan Teheran, Iran.

Ar-Razi atau di dunia barat dikenal dengan nama Rhazes, beliau adalah orang yang pertama menulis bahwa cacar dan campak merupakan dua hal yang berbeda, dan ini tertulis dalam bukunya Al-Judari wa Al-Hasbah.

Selain itu, beliau juga orang yang menemukan penyakit alergi asma, orang pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Di dalam salah satu tulisannya beliau menjelaskan tentang munculnya penyakit rinthis setelah mencium bung mawar di musim panas. Ar-Razi juga merupakan orang pertama yang menyebutkan bahwa demam merupakan mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

Dalam salah satu kitabnya, yaitu Manshuri, beliau menjelaskan secara rinci mengenai seluruh anggota tubuh dan fungsi dari masing-masing anggota tubuh itu.

Abul Qasim az-Zahrawi

Ilmuwan Islam Az-Zahrawi
qumedclub.tumblr.com

Al-Zahrawi lahir sekitar tahun 936 M. Beliau mendapat julukan “Bapak Operasi Modern”. Julukan ini diberikan karena pemikiran-pemikiran beliau dalam hal-hal pembedahan yang menjadi rujukan para dokter.

Abulcasis, nama yang dikenal orang barat untuk menyebut beliau, memiliki beberapa karya berupa buku-buku yang beliau tulis. Dan karya paling terkenal dan fenomenal dari beliau adalah sebuah buku berjudul At-Tashrif Liman Ajiza ‘an Ta’lif.

Buku itu terdiri dari 30 jilid. Di dalamnya berisi tentang berbagai topik medis, termasuk membahas tentang kesehatan gigi dan melahirkan. Buku ini ditulis oleh beliau selama 50 tahun karir kedokterannya, baik pelatihan, mengajar, dan praktek.

Saking fenomenalnya buku ini, seorang Italia bernama Gerard menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa Latin pada abad-12. Dan setelah itu, selama 5 abad berikutnya buku ini menjadi sumber rujukan utama untuk perkembangan medis, khususnya ilmu bedah, di Eropa.

Ilmuwan Islam Matematika

Merekalah para jenius yang mendedikasikan dirinya kepada umat dalam bidang matematika. Berkat pemikiran-pemikiran dan penemuan mereka, kehidupan kita sekarang ini menjadi lebih mudah lagi.

Al-Khawarizmi

Ilmuwan Islam Al-Khawarizmi
thoriqfhp.wordpress.com

Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi, itulah nama lengkap beliau. Beliau lahir sekitar tahun 780 M dan wafat sekitar tahun 366 H/850 M.

Di dunia barat beliau dikenal dengan beberapa sebutan, antara lain al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa nama yang berasal dari ejaan orang barat terhadap nama asli al-Khawarizmi.

Beliau adalah penemu dari system aljabar yang kita kenal sekarang ini. Sehingga beliau dijuluki sebagai “Bapak Aljabar”. Pendapat ini disimpulkan dari adanya pembahasan mengenai aljabar di dalam kitab yang sangat terkenal yang beliau tulis. Yaitu kitab Al-Jabr wal Muqaabalah.

Selain memuat tentang dasar-dasar ajabar, di kitab itu juga memuat tentang rangkuman perhitungan, penimbanagan dan perlengkapan. Selain itu di situ juga terdapat pembahasan mengenai pemakaian secans dan tangens dalam perhitungan trigonometri. Cara menghitung luas segitiga, luas jajargenjang dan luas lingkaran, juga ditulis beliau di kitab itu.

Selain kitab yang telah disebutkan di atas, masih banyak kitab-kitab yang beliau tulis, salah satu diantaranya adalah kitab Al-Jam Wa’-Tafriq Bi-Hisab Al-Hid.

Salah satu penemuan terbesar dari Al-Khawarizmi adalah tentang penemuannya(pengenalannya) akan angka 0(nol). Yang memudahkan dalam pembacaan bilangan puluhan, ratusan dan keatasnya. Selain itu, dari bentuk angkanya juga merupakan suatu penemuan besar, karena bentuk nol itu menyimbolkan kenetralan dari positif dan negatif.

*******

Itulah tadi para jenius ilmuwan islam yang dengan kecerdasan yang mereka miliki membuat kehidupan kita sekarang ini menjadi lebih mudah dan lebih baik lagi. Sekian yang bisa kami sampaikan. Terima kasih. Salam.

Tinggalkan komentar